Kiprah Generasi III di Djarum Foundation

PT Djarum telah lama memulai program sosial kemanusiaan, yakni sejak 1951. Prinsip yang dipegang adalah tumbuh bersama alam. Spirit dan wisdom tersebut ditularkan secara estafet dari generasi ke generasi. Tongkat estafet kini ada di tangan Victor R. Hartono, generasi ketiga Grup Djarum. Ia mulai menggulirkan kegiatan filantropi dengan bendera Djarum Foundation sejak 2010.

Djarum Foundation

Seperti diceritakan Mutiara Diah Asmara, Direktur Komunikasi Djarum Foundation, kegiatan filantropi dikemas secara lebih professional tak hanya kegiatan bakti sosial seperti sunatan massal, penyediaan air bersih, dan lainnya. “Tujuannya, membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, termasuk kegiatan go green penanaman pohon-pohon berbunga di samping pohon-pohon rindang di Kudus 1979 silam,” kata dia.

Pada tahun pertama, Djarum Foundation menggulirkan program menanam pohon trembesi sepanjang 1.350 km jalur pantai utara Pulau Jawa dari Merak hingga Banyuwangi. Persiapan tanam pohon trembesi sudah disiapkan sebelum 2010,” kata dia. Pohon trembesi dipilih karena punya banyak keunggulan seperti penyerapan CO2 tertinggi. Harapannya, jalur pantura Jawa bisa menyerap 1 juta ton gas CO2 setiap tahunnya.

Selama tahun 2010-12, ditanam 10 ribu pohon trembesi sepanjang jalur Kudus hingga Losari. Kemudian di tahun 2013 sebanyak 18 ribu pohon ditanam sepanjang 497 km dari Losari-Merak. Tahun 2104, pindah ke wilayah Timur Pulau Jawa dari Kudus-Surabaya sepanjang 247 km ditanam sebanyak 29 ribu pohon.

“Tahun 2015 kemarin, melanjutkan penanaman pohon sebanyak 40 ribu sepanjang 270 km dari Surabaya hingga Banyuwangi,” katanya.

Djarum Foundation juga menginisiasi penanaman pohon trembesi di tol Cipali sebanyak 15 ribu pohon, lalu di bandara Kualanamu sebanyak 4 ribu pohon serta di Pulau Lombok dari Mataram sampai Kuta sebanyak 2.240 pohon Trembesi.

“Sekarang sedang menyelesaikan penanaman pohon trembesi di lingkar luar Madura sepanjang 269 km dengan jumlah 20 ribu pohon. Targetnya, tahun 2017 sudah siap menyejukkan wilayah lingkar luar Madura,” kata dia.

Selain itu, ada juga program operasi katarak gratis untuk warga kurang mampu bekerjasama dengan Persatuan dokter mata Indonesia (Perdami) Jawa Tengah dan sejumlah rumah sakit di Jateng. Lebih dari 1.000 penderita katarak telah dibantu.

Selanjutnya, adalah Djarum Beasiswa Bulutangkis sejak 1969 untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. Sejumlah atlet top binaan PB Djarum antara lain Liem Swie King, Alan Budi Kusuma, Yuni Kartika, Tontowi Ahmad, Mohamamad Ahsan dan Komala Dewi.

“Selanjutnya, ada Djarum Beasiswa Plus yang sudah berjalan sejak 1984 untuk mahasiswa tingkat akhir. Total, lebih dari 8.000 mahasiswa telah menerima program beasiswa dari Djarum,” kata dia. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)