KLHK Gerakkan Less Waste More Games di Asian Games 2018 

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerapkan kampanye kebersihan bertajuk Less Waste More Games. Kampanye ini juga didukung oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3).

Melalui kampanye ini diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah di Asian Games 2018 mengingat animo masyarakat yang begitu besar. Kampanye ini diterapkan tak hanya oleh pemerintah pusat dan Panitia Pelaksana Asian Games 2018, namun juga pemerintah daerah yang daerahnya ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan Asian Games.

Menurut Direktur Jenderal PSLB3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati, ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang adalah ajang yang menjadikan Indonesia sebagai pusat atensi ribuan orang yang berpotensi menghasilkan sampah dan limbah. “Saya memberikan apresiasi kepada Panitia Pelaksana Asian Games 2018 karena memberikan perhatian khusus pada isu limbah,” ujarnya.

KLHK juga memberikan bantuan peralatan tempat sampah tematik, pengangkut sampah dan menyediakan drop box untuk menaruh sampah yang dapat didaur ulang. Konsep ini akan diselaraskan dengan edukasi kepada atlet, pelatih dan seluruh masyarakat. Bagi Rosa, menjaga kebersihan selama ajang Asian Games 2018 merupakan tugas bersama.

Direktur Venue & Environment Panitia Pelaksana Asian Games 2018, Teuku Arlan Perkasa Lukman, menjelaskan, edukasi konsep pengurangan sampah ke penonton sangat penting untuk membentuk perilaku yang ramah lingkungan. “Kami berkordinasi dengan KLHK dan para ahli atau konsultan untuk memberikan ide penanganan sampah di Asian Games. Tentu saja dukungan dari masyarakat sangat penting untuk menjaga sekitar lingkungan venue dan menyukseskan ajang Asian Games ini,” ujar Arlan.

Upacara pembukaan Asian Games 2018 menghasilkan 46.31 ton sampah dan dipilah menjadi tiga kategori. Ketika kejuaraan dimulai, sebanyak 436,90 ton sampah dihasilkan hanya di area Gelora Bung Karno saja. ”Sebanyak 58,62 ton adalah sampah yang bisa didaur ulang, lalu 31,13 ton kertas, dan 347,15 ton dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir,” tambah Arlan. Untuk menjaga kebersihan, Panitia Pelaksana juga mengerahkan sekitar 1.600 petugas kebersihan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khusus untuk cabang olahraga di provinsi tersebut.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)