Komitmen Combiphar Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia

Michael Wanandi CEO Combiphar (kedua dari kanan) saat akan menyerahkan hadiah pada pemenang Combiphar Players Championship 2019 pegolf asal Jepang Ryuichi Oiwa (paling kanan)

Setiap perusahaan memiliki perhatian dalam inisiatif sosial yang biasanya sesuai dengan visi perusahaan ke depan serta bagaimana merek produknya dikomunikasikan. Combiphar kini makin menegaskan komitmennya dalam inisiatif sosialnya di dua bidang, yaitu pendidikan tentang kesehatan dan olahraga. Di bidang olahraga, Combiphar serius dalam mendukung lahirnya juara-juara muda Indonesia utamanya di olahraga golf, tenis dan basket.

Menurut Michael Wanandi, CEO Combiphar yang ditemui selepas penyerahan hadiah pemenang Combiphar Players Chambionship di Parahyangan Golf Bandung (27/09/2019) perusahaan saat ini memang memiliki perhatian besar dalam mendorong agar generasi muda Indonesia bisa lebih sehat. Ia mengakui perusahaan ini mendukung tiga kegiatan olahraga yang diharapkan dari sana lahir bibit-bibit muda Indonesia yang bisa berprestasi di kancah olahraga dunia.

Combiphar meramu inisiatif sosialnya melalui Combi Run Academy, serta menjadi sponsor utama beberapa kegiatan olahraga seperti Combiphar Players Championship, Combiphar Tennis Open, Combiphar 3x3, dan Combi Run.

Combiphar Players Campionship merupakan turnamen golf yang juga bagian rangkaian turnamen di Asian Development Tour (ADT) yang didukung penuh Combiphar. Tahun ini keempat kalinya Combiphar mendukung ajang golf kelas
dunia. Tahun lalu ajang ini diadakan di Bali. Dengan total hadiah yang sama sebesar US$ 100 ribu, tahun 2019 ajang ini diadakan di Bandung.

“Tentu saja Bali lebih menarik, dengan daya magnet pariwisatanya.
Namun kami ingin mengajak para peserta melihat sisi lain dari Indonesia yang
tidak kalah indah: Bandung. Apalagi lokasi golf ini di Parahyangan Golf yang
dekat dengan pabrik Combiphar hanya 10 menit saja,” ujarnya.

Melalui ajang kelas dunia ini, Combiphar ingin membangun generasi Indonesia yang lebih sehat melalui makanan dan nutrisi, juga olahraga.
“Saya melihat banyak anak muda kekurangan dana, harus didukung. Kami kali ini fokus di tenis, basket dan golf, kami konsern, makanya bikin event di Indonesia agar bisa bertanding dengan pemain-pemain asing,” jelasnya.

Walau belum ada pemain Indonesia yang masuk papan atas dalam turnamen ini, Michael tidak berputus asa, ia yakin usahanya akan membuahkan hasil kelak. “Saya berharap akan ada pemenang dari pegolf Indonesia, sudah keempat kali diadakan memang belum ada. Padahal saya sudah iming-imingi dengan insentif, jika ada pegolf yang menang Combiphar akan danai pertandingan-pertandingan dia di mana pun selama setahun,” tehasnya.  

Pada ajang selama 4 hari Combiphar Players Championship tahun ini dimenangkan oleh pegolf 23 tahun asal Jepang Ryuichi Oiwa yang untuk pertama kali memenangkan turnamen ADT. Ryuichi mengalahkan pegolf asal Amerika Trevor Simsby.

Selain mendukung olahraga golf, Combiphar juga berkolaborasi dengan Timnas Basket Putri 3x3. Upaya ini sama seperti golf, merupakan dukungan Combiphar untuk terus menggerakan generasi muda untuk aktif berolahraga, salah satunya melalui olahraga basket. Ia menyebut saat ini, Combiphar Indonesia Team--nama dari timnas basket putri 3x3—berada di peringkat kelima Asia dan pertama di Asia Tenggara. “Saya berharap Combiphar Indonesia Team bisa meraih prestasi di SEA Games 2019 pada Desember nanti,”katanya. Combiphar Indonesia Team juga akan terlibat dalam serangkaian kejuaraan basket 3x3 domestik dan internasional menuju Olimpiade 2020.

Lalu pada 5-25 Agustus lalu, Combiphar juga menjadi sponsor utama dalam turnamen tenis bertaraf internasional yaitu Combiphar Tenis Open di Hotel Sultan Jakarta. Ini merupakan perhelatan keempat kali didukung Combiphar, turnamen yang masuk dalam kalender International Tennis Federation (ITF) musim 2019. Diikuti oleh 32 petenis dari 20 negara, untuk khusus kategori pria ini berhadiah total US$ 45 ribu. Diselenggarakannya turnamen internasional ini di Indonesia memungkinkan petenis Indonesia mendapat wild card. Sehingga atlet nasional yang belum memenuhi syarat peringkat bisa mengikuti ajang internasional ini.

Bukan hanya itu, pada 22 September lalu, perusahaan healthcare
ini untuk ketujuh kalinya mengelar ajang lari marathon yaitu Combi Run 2019. Acara yang diselenggarakan di QBig, BSD City, Tangerang Selatan ini terbagi dalam beberapa kategori yaitu Kid’s Dash, Ekiden khusus siswa SMA dan komunitas lari, 5K, 10K hingga Half-Marathon (21K).  Combi Run tahun
ini diikuti 3.500 pelari segala usia.

Selain mendukung kegiatan olahraga, Combiphar juga memberikan perhatian di bidang pendidikan. “Tentu saja fokusnya tetap pada pendidikan kesehatan, kami tujukan untuk level SMA,” kata Michael. Ini juga mendukung kampanye yang diusung Combiphar tahun ini yaitu Championing a Healthy Tomorrow.

Tema kampanye ini diedukasi melalui Combi Run Academy (CRA) 2019. Kegiatan ini dihadirkan guna membantu menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat. CRA mulai dijalankan pada 2018 yang melibatkan siswa-siswi serta para guru dari 15 SMA di area Jakarta dan sekitarnya.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang lari saja, namun Combiphar ingin mengajak generasi muda Indonesia membudayakan lari sebagai aktivitas fisik sederhana namun memberikan implikasi besar pada tubuh. “Tujuan kami, agar generasi muda Indonesia lebih sehat,” tandas Michael.

Maka itu, menurut Michael kegiatan dari CRA dijalankan secara terstruktur melalui tiga pilar yaitu School Engagement dengan edukasi ke sekolah-sekolah tentag hidup sehat melalui kegiatan Combi Hope Healthy Living Education. Kedua, School Training, pelatihan intensif bagi para siswa mengenai teknik berlari secara menyeluruh, baik secara teori maupun praktik yang dikemas dalam acara boot camp menarik.

Kemudian pada pilar ketiga, ada School Competition, pada tahapan ini mulai mengaplikasikan teori dan training yang telah didapatkan. Di sini, para siswa mengusung nama sekolah masing-masing untuk bersaing sportif dalam beberapa ajang lari terkemuka, serta mengikuti Combi Run 2019 yang menjadi puncak kegiatan ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

wwww.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)