Komitmen CSR Kao Dukung Kebersihan Lingkungan

Para pemenang Kao Indonesia Prize

Lomba 'Melukis Lingkungan Kao' untuk anak-anak merupakan bagian dari komitmen Kao untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Tema yang diusung tahun ini adalah Eco Together.

Para peserta diajak untuk mengungkapkan berbagai cara yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari untuk menjaga lingkungan. Selain itu, mereka juga diajak untuk menorehkan ide ke dalam lukisan. 

Menurut Johny Lay, Senior Manager Corporate Communications and Head Committee Painting Contest Kao Indonesia, lewat kontes ini, anak-anak diajak untuk aktif menjadi agen perubahan yang mampu mendorong teman-teman, keluarga, serta orang terdekat di sekitar lewat ide-ide dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat dan ramah.

“Tahun ini bisa dibilang merupakan salah satu tahun terbaik dalam pelaksanaan Lomba Melukis Lingkungan Kao. Kami menerima 4.379 lukisan dari seluruh Indonesia. Hal ini mengalami kenaikan sekitar 18,2%. Dari segi kuantitas dan kualitas, kegiatan ini mengalami perkembangan,” ujarnya.

Sementara itu, Indonesia menyabet dua pemenang dari kategori Kao Prize yang diwakili oleh Sherly Vermont Kwerni  dan Farhan Wibisono. Mereka berhasil menjadi pemenang dari 12.563 lukisan dan 44 negara yang masuk dalam Lomba Melukis Lingkungan Internasional Kao.

“Pencapaian ini tentu sangat mengembirakan bagi Kao Indonesia. Mereka seolah mewakili tingginya harapan anak bangsa untuk kelestarian bumi, yang dapat diwujudkan ke dalam tindakan nyata sederhana sehari-hari,” tambah Johny.

Farhan yang masih berusia 14 tahun dari SMP Al-Islam Krian, Sidoarjo melukis tentang kehidupan bercocok tanam di desanya dengan karya "Light Up the Face of the Earth". Ia mengambil inspirasi dari keadaan sekitarnya dan berbagai situasi yang terjadi di Indonesia.

Sementara Sherly, siswi SMP Marsudirini Bekasi, melukiskan impiannya tentang masa depan yaitu lingkungan yang hijau dengan karya berjudul "Reflection of Earth's Better Future". Selain itu, Indonesia juga mendapatkan satu pemenang di  kategori  Eco Friend Prize lewat lukisan “Spread the Message of Environment Conservation through Wayang” karya Viola Arielle Suliandy.

Dalam kategori Group Prize, Indonesia menjadi pemenang dan memborong semua penghargaan, di antaranya MTs N 1 Bangil Pasuruan dengan 669 karya, SD Alfurqan Jember dengan 635 karya, Mts Wahid Hasyim Bangil dengan 524 karya, SMPN 1 Citeureup dengan 492 karya, dan SMPN 2 Bangil Pasuruan dengan 487 karya.

Proses pengumuman telah dilakukan pada tanggal 30 November 2018 yang lalu. Pemenang Kategori “Planet Earth Grand Prix” dan “Kao Prize” dari seluruh dunia diundang ke Tokyo, Jepang, untuk berpartisipasi dalam acara penyerahan hadiah dan penghargaan. Lukisan-lukisan yang menjadi pemenang seluruh kategori individu dipamerkan pada acara pameran Eco-Pro yang diselenggarakan di Tokyo Big Sight, Jepang pada 8 Desember 2018.

Pada kesempatan yang sama, Kao Indonesia juga mengumumkan pembaruan program kolaborasi dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang bernama Remaja Kao. Program ini merupakan pengembangan dari program Anak Kao yang telah berjalan dalam periode dua tahun. Program sebelumnya menyasar anak usia 9-12 tahun, kini ditingkatkan menjadi usia 13-15 tahun dengan nama program Remaja Kao.

Pendiri dan CEO dari YCAB Foundation, Veronica Colondam, mengatakan, program ini untuk menangani isu-isu seperti bullying, cyber bullying, body shaming, dan lainnya yang berpengaruh negatif terhadap prestasi di sekolah dan pandangan anak muda tentang masa depan mereka.

“Keberadaan program edukasi Kao yang menyasar usia remaja diharapkan dapat menjadi panduan bagi remaja untuk fokus terhadap hal-hal positif dan dapat menjadi lebih kreatif, aktif, dan optimistis. Harapannya, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang independen dan berprestasi,” jelasnya.

Melalui program ini, kata Veronica, para siswa Sekolah Menengah Pertama mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif mengenai cara meningkatkan self-esteem atau penghargaan diri. Hal itu bisa dimulai dengan menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Johny menambahkan, program tersebut dirancang untuk mendorong kaum muda untuk fokus pada hal-hal positif yang mereka miliki daripada hal negatif. “Pada akhirnya, kami berharap mereka bangga dengan diri sendiri dan memiliki kepercayaan diri untuk memberikan yang terbaik dalam hidup mereka,” tuturnya.

Menurutnya, program ini telah menjangkau lebih dari 2.500 siswa SMP di 25 sekolah yang tersebar di Cikarang, Karawang dan Jakarta.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)