Komitmen Kalbe dalam Dunia Inovasi Teknologi

Di usianya yang ke 50 tahun, PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengadakan Ristekdikti-Kalbe Sciences Award (RKSA) 2016. Pelaksanaan event ini merupakan kali ke-5 diadakan sejak tahun 2008. “Sejalan dengan visi kami untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik, Kalbe percaya bahwa inovasi dan penelitian merupaka kunci penting bagi kemajuan bangsa Indonesia,” kata Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma.

IMG-20160820-WA0028

Menurutnya, inovasi sangat diperlukan untuk menjadi kekuatan Indonesia agar dapat bersaing secara global. Kunci untuk inovasi ini adalah dengan sumber daya manusia yang kompeten dan teknologi yang mutakhir. “Kalbe berkomitmen untuk mengembangkan research dan teknologi serta budaya inovasi di masyarakat dengan penyelenggaraan RKSA ini,” ujar Irawati.

Tujuan RKSA 2016 ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada para peneliti Indonesia yang memiliki dedikasi dan telah bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan. Adapun bidang kajian penelitian yang dapat disertakan adalah Bahan Obat/Sediaan Obat (Bioteknologi, Kimia Medisinal, Kimia Bahan Alam/Teknologi Farmasi), Diagnostik dan Metode Pengobatan, dan Pangan Fungsional.

Pre Agusta, Ketua Kalbe Science Awards 2016, memaparkan, tahun 2016 ini karya penelitian yang diterima berjumlah 271. Ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 30% dibandingkan tahun 2014 yang haya bejumlah 220 karya penelitian.

“Peningkatan ini membuktikan bahwa RKSA ini mampu menjadi salah satu wadah untuk mendorong dan mengapresiasi para peneliti di Indonesia agar lebih produktif menghasilkan karya penelitian yang orisinil, inovatif, aplikatif serta dapat memberikan nilai tambah bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Pre Agusta.

Kriteria penilaian yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu untuk Best Research Awards kriterianya adalah kualitas penelitian yang meliputi originaitas, kebaruan, manfaat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pengaruh atau dampak penelitian, paten atau hak cipta, dan hibah kompetitif yang pernah didapatkan. Sedangkan untuk penilaian Young Scientist Award adalah publikasi dan jenis publikasi yang pernah diterbitkan, pengaruh atau dampak penelitian, dan penghargaan kompetitif sebagai peneliti dan hibah kompetitif yang pernah didapatkan.

Para pemenang Best Research mendapatkan hadiah sebesar Rp100 juta untuk juara I, Rp75 juta untuk juara II dan Rp50 juta untuk juara III. Sedangkan untuk pemenang Young Scientist Award akan mendapatkan hadiah sebesar Rp75 juta. Tidak hanya hadiah berupa uang, para pemenang juga mendapatkan prioritas ketika mereka nantinya akan mengajukan proposal penelitian lanjutan untuk didanai ke Kemenristek dikti. Dengan prioritas tersebut, diharapkan penelitian yang sudah dilakukan dapat terus dikembangkan agar dapat diserap industri dan dinikmati oleh masyarakat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)