Kontribusi Telkom di Dunia Pendidikan

Bertempat di Telkom Schools “SMK Telkom Jakarta,” Jakarta Barat, Kamis (23/1/2014), Yayasan Sandhykara Putra Telkom disaksikan Direksi PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. secara resmi meluncurkan logo baru Telkom Schools. Tujuan rebranding ini untuk membangun semangat dan image baru sekolah dalam mengikuti perubahan dan perkembangan menuju sekolah dengan standarisasi internasional.

telkom sahamJohni Girsang, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Sandhykara Putra Telkom dan Yayasan Pendidikan Telkom, mengatakan, peluncuran akbar logo Telkom School ini memiliki arti tersendiri bagi yayasan yang dipimpinnya, “Peluncuran logo baru ini merupakan acara fenomenal dalam sejarah pengelolaan pendidikan yang sudah berjalan selama 34 tahun,” ujarnya.

Honesti Basyir, Ketua Dewan Pembina YSPT, mengemukakan bahwa Telkom sejak lama sangat menaruh perhatian terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas sangat diperlukan guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. “Sebentar lagi kita akan memasuki apa yang disebut sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tuturnya.

“MEA mengandung peluang dan tantangan. Jika kita tidak menyiapkan sumber daya manusia Indonesia sejak dini, maka bukan tidak mungkin bangsa kita hanya akan jadi penonton dari pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN,” terang Honesti. Menurut dia, yang membedakan antara satu bangsa dan bangsa lain adalah sumber daya manusianya. Maka itu, ia mendesak kepada semua pihak untuk lebih meningkatkan perhatian kepada sektor pendidikan.

“YSPT dan YPT merupakan kontribusi Telkom terhadap pengembangan dunia pendidikan Indonesia. Saya sangat bangga Telkom bisa menjadi bagian dari usaha mencerdaskan bangsa,” tegas Honesti.

Bersamaan dengan peluncuran logo baru, seluruh unit pendidikan yang sebelumnya menggunakan merek Sandhy Putra saat ini berubah namanya menjadi Telkom Schools. Dalam acara peluncuran logo Telkom Schools tersebut juga dilaksanakan peresmian rencana pembangunan asrama Telkom Schools “SMK Telkom Jakarta," serta penyerahan simbolik 1.000 bibit pohon kepada Kepala SMK Telkom se-Indonesia oleh Walikota Jakarta Barat.

Sebagai informasi, YSPT dan YPT, saat ini, mengelola 44 sekolah mulai dari TK sampai dengan SMK bidang Telekomunikasi dan Pariwisata, yang tersebar di 36 kota di 22 propinsi, dengan total siswa 9.517 orang serta 675 guru. Sebanyak 70 persen guru lulus Guru Nasional dan atau Sertifikasi Internasional.

Technoplex & Digital Collaborative School

YSPT saat ini memproyeksikan untuk mengembangkan tujuh Technoplex, serta tujuh Sekolah Premium dengan standar internasional. Technoplex untuk daerah barat akan diwakili oleh Kota Medan dan Batam, daerah tengah oleh Kota Jakarta, Bandung, dan Purwokerto, dan daerah timur oleh Kota Makassar dan Manado.

Cikal bakal Jakarta Technoplex sendiri telah memiliki selain SMK Telkom juga Akademi Telkom. Mulai tahun 2015 diharapkan akan direalisasikan pembangunan untuk TK, SD, SMP, SMA sampai dengan Perguruan Tinggi (Telkom University National Campus) sebagai bagian penting dari pencanangan One Pipe Education System.

Program lain yang dikembangkan adalah pengembangan Digital Collaborative School dengan mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan berbagai bentuk dukungan digitalisasi yang memudahkan komunikasi dan koordinasi antara guru, murid, dan orang tua, serta program Student Dormitory dengan berbagai program mentoring terkait agama, psikologi, bahasa, kewarganegaraan, sebagai bagian dari program character building, serta internasionalisasi calon lulusan Telkom Schools. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)