Lestarikan Budaya Melalui “BCA untuk Wayang Indonesia”

Banyak cara dilakukan perusahaan untuk melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR). Nah, sebagai bentuk komitmen terus mendukung perkembangan seni dan budaya di tanah air, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merilis program “BCA untuk Wayang Indonesia”. Ini merupakan bagian dari kegiatan sosial Bakti BCA dalam bidang budaya.

Bekerja sama dengan Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia), BCA mengemas suatu tayangan edukasi berseri berjudul World of Wayang (WOW) yang mengupas kebudayaan Wayang di Indonesia. WOW merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan yang akan dijalankan dalam program “BCA untuk Wayang Indonesia”.

Wayang adalah salah satu seni budaya Indonesia yang paling populer di Indonesia bila dibanding karya seni budaya lainnya. Dalam perkembangannya, wayang banyak digunakan sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sehingga wayang bisa menjadi media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan dan kritik sosial dengan nilai filosofi tinggi. Kesenian wayang terus berkembang dari masa ke masa.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan, kita wajib melestarikan wayang sebagai budaya Indonesia. Upaya pelestarian wayang kepada generasi selanjutnya adalah merupakan kewajiban kita bersama. Untuk itu, perlu dilakukan serangkaian upaya yang berkesinambungan sehingga generasi muda dapat mengenal lebih dekat dan mencintai wayang.

Tayangan ini merupakan salah satu sarana untuk mengenalkan kembali wayang yang belakangan ini semakin mengalami kemunduran baik dari sisi dalang, pengetahuan masyarakat maupun kuantitas pementasannya sehingga ada kekhawatiran putusnya usaha transformasi budaya dari generasi masa lalu ke generasi masa depan.

Sembilan tahun yang lalu, tepatnya tanggal 07 November 2003, Unesco memberikan pengakuan Wayang Kulit sebagai World Master of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Keberadaan Wayang (kulit) di Jawa sudah ada sekitar abad X SM. Dengan kemampuan bertahan selama berabad-abad Wayang dapat dikatakan sebagai bentuk kesenian yang mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dan tumbuh dari berbagai situasi yang terjadi pada sejarah panjang manusia.

Salah satu budaya milik bangsa kita yang telah mendapatkan pengakuan dari Unesco adalah Wayang. Selama ini, banyak dari kita yang mungkin hanya mengenal beberapa jenis wayang seperti wayang kulit atau wayang golek. Ternyata, banyak sekali jenis-jenis wayang lain,” tambah Jahja

Program WOW akan tayang di Kompas TV. Program ini juga dimaksudkan sebagai peran aktif dan kontribusi BCA dalam melestarikan dan mengembangkan Wayang Indonesia.

Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi pergeseran kultur, dimana masyarakat sekarang yang merupakan masyarakat modern cenderung lebih menyukai seni kontemporer dan menganggap seni wayang kulit adalah kesenian kuno yang hanya layak dikonsumsi oleh para orang tua.

Ekotjipto, Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia menyambut baik dukungan ini. “Dukungan dari BCA diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat dari berbagai generasi demi kelangsungan dan keterpeliharaan kehidupan Wayang itu sendiri,” ujarnya.

Ya, serangkaian kegiatan “BCA untuk Wayang Indonesia” telah dilakukan untuk dapat menumbuhkan kembali kecintaan terhadap budaya Indonesia, khusunya Wayang.

Sebelumnya BCA menggelar diskusi media bertajuk “Quo Vadis Wayang Indonesia” pada tanggal 29 Juni 2012. Semangat urbanisme yang dinamis senantiasa menjurus kepada arah modernisasi di hampir seluruh aspek kehidupan. Peninggalan-peninggalan masa lalu yang harusnya tetap lestari hingga kini, perlahan kian hilang pamor dan atensinya. Budaya-budaya luhur peninggalan nenek moyang seyogyanya merupakan bentuk refleksi atas jati diri kita sebagai bangsa yang berbudaya.

Selain peduli wayang melalui program WOW, melalui program Bakti BCA, bank yang saham mayoritasnya dimiliki Grup Djarum ini juga aktif mengembangkan berbagai kegiatan sosial antara lain dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan bantuan penanggulangan bencana alam. Pada periode 2011, BCA berpartisipasi aktif pada berbagai program dengan melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga lain seperti Palang Merah Indonesia (PMI), World Wide Foundation (WWF) Indonesia, United Nations Children Fund (Unicef).

Berbagai program Bakti BCA dalam bidang pendidikan yang dilakukan secara berkesinambungan, antara lain: Program Pendidikan Akuntansi (PPA) non gelar sejak tahun 1996, Bakti BCA Terintegasi yang dikembangkan di Gunung Kidul (DI Yogyakarta), Tanggamus (Lampung) dan Taktakan (Serang) dan Beasiswa bagi mahasiswa Strata Satu (seperti UNAIR, ITS, UI, ITB, IPB, Unpad, UGM, Undip, Udayana, dsb).

Dalam bidang kesehatan, BCA secara aktif menyelenggarakan Kegiatan Donor Darah yang diikuti oleh segenap karyawan dan manajemen BCA. Bekerjasama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK_Perdami) BCA memberikan layanan operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu di beberapa tempat di Indonesia. Bertepatan dengan HUT BCA ke-55, BCA meresmikan layanan kesehatan masyarakat di Klinik Duri Utara, Jakarta.

Bekerjasama dengan Pemda DKI dan Yayasan Buddha Tzu Chi serta beberapa mitra lain dilakukan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu di kawasan Cilincing Jakarta Utara.

Impelementasi dukungan di bidang seni dan budaya diantaranya adalah pada pementasan Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional 2012, Pementasan Wayang Orang, Pementasan opera Jawa Kolosal Matah Ati, pementasan wayang Shie Jim Khie, Borobudur Interhash, Jazz Gunung 2012 dan lain-lain.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)