Lewat CSR, Telkom Transformasi Jadi Demand Creator

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) menilai, ketidakmerataan infrastruktur sekolah, terutama di daerah, telah menghambat pembelajaran di Indonesia. Untuk pemerataan infrastruktur telekomunikasi, Telkom mencanangkan pemasangan pemancar internet nirkabel (wifi) di 100 ribu sekolah nusantara. Perusahaan yang 51% sahamnya dimiliki pemerintah ini bersinergi dengan PT Intel Indonesia Corporation dan PT Microsoft Indonesia (Microsoft) dalam program tanggung jawab sosial " Indonesia Digital School (Indischool) tersebut."

Wifi sudah bukan barang langka. Sebenarnya, Indischool merupakan bagian dari rencana Telkom mewujudkan Indonesia Digital Society. Target menjangkau 100 ribu sekolah pada 2013 baru 30% dari target keseluruhan Indischool,” ungkap Direktur Enterprise and Wholesale Telkom, Muhammad Awaluddin.

Indischool sudah mencakup 3.000 sekolah dengan 2 sarana kabel, tembaga berkecepatan 2-3 mbps dan serat optik berkecepatan 10 mbps. Satu titik akses mampu menampung 20-25 pengguna. Tiga bulan ke depan, Telkom berencana menjangkau sekolah di pulau terluar seperti Pulau Enggano, Karimun Jawa, Pramuka, Sebatik, dan Alor.

Peluncuran Indischool

Awaluddin meneruskan, selain lewat Indischool, Indonesia Digital Society dilaksanakan melalui 2 program lain, Indonesia Digital Entrepreneur untuk literasi teknologi informasi 100 ribu wirausaha serta Indonesia Digital Finance untuk 100 ribu titik transaksi secara elektronik. Angka tersebut merupakan target yang realisasinya baru sebagian hingga kini.

Mengenai Indischool secara khusus, akses internet disediakan secara berbayar. Durasi akses minimum 1 hari dikenai biaya Rp1.000, sedangkan maksimum 1 semester dikenai Rp100 ribu. Dengan strategi demikian, Telkom bertransformasi dari sekadar penyedia layanan menjadi pencipta kebutuhan yang berkelanjutan di antara siswa dan guru. “Di samping berunsur CSR, Telkom berperan sebagai penyedia konten pendidikan dan demand creator lewat internet,” kata novelis Andrea Hirata yang pernah berkarier di Telkom selama 12 tahun.

Dengan kelebihan Indischool sebagai platform terbuka, Microsoft mengaku mengesampingkan persaingan dengan sistem operasi lainnya. “Bagaimanapun juga, tanggung jawab sosial Microsoft berfokus pada pendidikan sebab di situlah masa depannya bergantung,” ungkap Direktur Public Sector Microsoft, Teja Kusmana. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)