L'Oreal Dukung Perempuan Tingkatkan Pendidikan

L'Oreal dan UNESCO Kampanyekan For Girls in Science, For Women in Science dan Sosoruty in Science sebagai bentuk kepedulian kepada pendidikan perempuan. L'Oreal dan UNESCO Kampanyekan For Girls in Science, For Women in Science dan Sosoruty in Science sebagai bentuk kepedulian kepada pendidikan perempuan.

L’Oréal Indonesia bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (KNIU Kemdikbud) mendukung perempuan muda dan perempuan peneliti melalui program L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) dan L’Oréal For Girls in Science (LGIS). Tahun ini, L’Oréal sebagai perusahaan yang berakar pada sains, memulai inisiatif sains yang menarik dan terintegrasi melalui peluncuran L’Oréal Sorority in Science (LSIS) – sebuah program bagi mahasiswi yang memiliki prestasi luar biasa.

“Sains adalah kunci untuk mendorong dan mempercepat kemajuan sebuah negara – tanpa sains, negara tidak akan dapat maju secara sukses dan berkelanjutan. Sebagai perusahaan yang menaruh perhatian pada sains lebih besar dari perusahaan kecantikan manapun di dunia, L’Oréal bersama KNIU bertekad meningkatkan jumlah perempuan peneliti dengan menerapkan program sains terpadu bagi perempuan, terlepas dari tahapan jenjang pendidikan mereka. Dengan demikian, L’Oréal bertujuan untuk menunjukkan bahwa kecantikan adalah sains dan perempuan yang mengkaji sains lebih dalam memberikan kontribusi yang indah bagi dunia,” jelas Melanie Masriel, Head of Communications, PT L'Oréal Indonesia.

“Berdasarkan data terbaru mengenai jumlah mahasiswi di Indonesia, hanya 7% perempuan lulusan S1 yang meneruskan ke jenjang S2 dan hanya 3% perempuan lulusan S2 yang menempuh program doctoral selama 10 tahun terakhir. Sangatlah disayangkan bahwa perempuan masih belum terwakili dengan baik di semua tingkat penelitian ilmiah, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Meskipun meraih hasil yang sangat baik di tingkat universitas, relatif hanya sedikit perempuan yang sampai ke posisi strategis di bidang penelitian," kata Prof. Dr. Arief Rachman MPd, Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud).

Dengan usaha dan dukungan yang berkelanjutan, KNIU berharap rangkaian program sains dari L'Oréal akan dapat meningkatkan jumlah perempuan peneliti untuk kemajuan masyarakat di Indonesia.

Selama lebih dari satu dekade, L’Oréal telah memberikan penghargaan berupa beasiswa FWIS Nasional kepada para peneliti perempuan muda untuk kategori Life Science dan Material Science senilai masing-masing Rp 80 juta kepada setiap pemenang. Hingga kini, L’Oréal telah memberikan beasiswa kepada 37 fellows untuk melakukan proyek penelitian, dimana 5 diantaranya telah diakui secara internasional.

Sementara itu, Prof. Dr. Endang Sukara, Ketua Juri L'Oreal-UNESCO FWIS mengatakan rasa hormat atas diberikan kepercayaan menjadi ketua juri untuk Life & Material Sciences dari program L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) Nasional 2015 tersebut. “Semua proposal yang terpilih memenangkan fellowship dari FWIS National memiliki satu kesamaan, dimana semuanya bertujuan membantu memberikan masa depan yang baik bagi umat manusia, terutama di Indonesia. Kami berharap agar lebih banyak lagi perempuan peneliti ikut berpartisipasi dalam program ini dan mereka mampu menjadi panutan bagi generasi muda kita”, ungkapnya.

“L’Oréal-UNESCO FWIS Nasional adalah program fellowship bergengsi dan saya bangga serta bersyukur dapat menjadi bagian dari komunitas ini. Saya mendorong para perempuan muda peneliti untuk berpartisipasi dalam program ini. Melalui FWIS, saya tidak hanya mampu mengembangkan penelitian saya lebih lanjut, tapi juga telah berbagi pengetahuan saya dengan para ilmuwan dan mahasiswa lain”, jelas drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD, FWIS Nasional 2014 Fellow. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)