L'Oreal Gaet Anak Muda Atasi Masalah Sampah

para peserta L'Oreal Girls in Science para peserta L'Oreal Girls in Science

Permasalahan sampah, tidak hanya menjadi urusan orang dewasa, melainkan juga anak-anak. permasalahan ini bisa diselesaikan melalui beberapa cara, salah satunya proses daur ulang, sehingga sampah yang terbuang bisa digunakan kembali.

“Kami memandang sampah sebagai suatu permasalahn yang lebih mudah dipecahkan melalui solusi ilmiah. Generasi mudah memiliki peranan yang penting daam mengumbah perilaku masyakarat secara lebih luas,” jelas Umesh Phadke, Presiden Direktur PT L’Oreal Indonesia.

Oleh karena itu, L’Oreal kembali mengadakan kompetisi L’Oreal Girls in Science yang diikuti 15 SMA dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini dilakukan sejak tahun 2005 dan diikuti 600 siswi dari 200 SMA di seluruh Indonesia. Tahun ini ke 15 finalis berasal dari Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara Barat yang masing-masing terdiri dari 3 siswi.
Kompetisi ini ditunjukan bagi anak-anak sekolah menengah ke atas, karena di usia-usia tersebut, remaja mulai menentukan pilihan mereka dalam pendidikan. Harapannya, melalui kompetisi ini, para siswi tersebut lebih tertarik untuk mengambil ilmu science, sehingga jumlah wanita yang berkontribusi dalam dunia sains semakin banyak.

“Profesi di bidang sains tidak terbatas hanya sebagai peneliti saja, tetapi dokter, perawat, dll,” jelas Umesh. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini para siswa tersebut tidak hanya menyiapkan essai, tapi juga membuat video presentasi.

Video ini wajib ditampilkan di lama Facebook L’Oreal Girls in Science. Video yang memperoleh banyak penyka akan dinobatkan sebagai tim terfavorit dan diberi hadiah khusus uang tunai Rp 4.000.000. Selain itu, video tesebut juga akan ditampilkan dalam sesi presentasi di depan para juri.

Pada tahun ini konsep 3R diubah menjadi 5R, sehingga menjadi Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Recover. Para siswi tidak hanya mendaur ulang namun bisa mencegah penumpukan sampah dengan menggunakan berbagai produk yang bisa dipakai ulang. Bagi pecinta fotografi ini, penanaman konsep 5R harus ditanamkan sejak dini agar kedepannya mereka tetap memegang teguh prinsip tersebut dan mengajak lingkungan sekitarnya untuk mengurangi sampah. Para kontestan wajib membuat berbagai inovasi untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemenang kompetisi ini, SMAK 3 Penabur Jakarta ini misalnya, mengolah sampah kertas menjadi media tanaman pengganti tanah.

Untuk mengembangkan kreativitas anak-anak menjaid sebuah solusi, pihak L’Oreal selalu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pelaksanaan kompetisi tersebut. Tahun ini pemerintah DKI diajak untuk bekerja sama sehingga para siswa bisa berkontribusi dalam penyelesaian sampah di kota Jakarta.

Tahun lalu L’Oreal mengadakan kerja sama dengan BATAN dan para peserta kompetisi ini menjadi ambassador untuk nuklir, sehingga mereka bisa memberikan kontribusi dalam dunia sains. Tahun ini Pmerintah DKI Jakarta berharap bahwa penemuan anak-anak bisa dikembangkan dan digunakan sebagai solusi atas permasahalan sampah di Jakarta. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)