Lottemart - RZ Renovasi 528 Toilet dan Dapur Masyarakat

Setelah mengambil alih 100% saham Makro Cash & Carry pada November 2008 dan mengubah nama 19 toko Makro menjadi LotteMart Wholesale pada Mei 2010 yang disertai pemberian harga yang lebih murah, kini perusahaan ritel itu terus meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan Indonesia yang outletnya ada 13 toko di Jabodetabek, Solo, dan Medan.

Salah satu bentuk kepedulian LotteMart kepada masyarakat Indonesia adalah dengan meyalurkan program CSR. Bekerja sama dengan RZ (Rumah Zakat), LotteMart melakukan renovasi 528 Toilet dan Dapur masyarakat kurang mampu di 12 wilayah yang tersebar di Jabodetabek. Tujuan dari program yang bertajuk "Renovasi Toilet dan Dapur" ini adalah untuk menyediakan toilet dan dapur yang bersih dan layak bagi masyarakat.

DompetDhuafaRZ

Rendahnya jumlah toilet yang bersih bahkan tidak adanya toilet di rumah menjadi salah satu penyebab utama penyakit dan kematian anak-anak. Ada sekitar 2 juta anak meninggal setiap tahunnya akibat pneumonia dan diare, penyakit yang sebagian besar dapat dicegah dengan perbaikan di bidang air, sanitasi dan kebersihan.

“Indonesia menempati peringkat kedua, yang masyarakatnya masih melakukan buang air besar di ruang terbuka karena tidak mempunyai toilet. Hal inilah yang menjadi landasan LotteMart sebagai perusahaan yang sedang berkembang di Indonesia, mengadakan program CSR “Renovasi Dapur & Toilet”. Bahkan tidak hanya renovasi, sebagian rumah telah kami bangun toilet karena masih banyak masyarakat yang tidak mempunyai toilet di rumahnya,” ungkap Presiden Direktur PT LotteMart Indonesia, Jukyang Yoon.

CEO RZ, Nur Efendi, menyatakan bahwa selain merenovasi dapur dan toilet, LotteMart bersama RZ juga mengadakan program Ambulance Gratis. Sebanyak 13 ambulance gratis disediakan bagi masyarakat yang membutuhkan di daerah Jabodetabek, Bandung, Surakarta, Cikarang, Tangerang, Makassar, Medan, Banjarmasin, dan Balikpapan. “Diharapkan dengan berbagai program CSR LotteMart bersama Rumah Zakat dapat membantu mensejahterakan dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat yang tinggal di sekitar LotteMart pada khususnya,” kata Effendi.

School for Gaza

Keprihatinan atas serangan Israel terhadap Palestina masih menyisakan beragam permasalahan sosial dan kemanusiaan. Salah satunya adalah sektor pendidikan yang merenggut kemerdekaan belajar anak-anak di Gaza, Palestina. Sebagai lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang selama lebih dari 20 tahun telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan CSR, Dompet Dhuafa kembali menggelar program dan penggalangan donasi untuk pendidikan anak-anak Gaza.

Lewat program School for Gaza, kali ini Dompet Dhuafa menggandeng musisi sebagai duta pasca program serupa berjalan di sejumlah sekolah di Jabodetabek. Dua musisi tanah air dan satu musisi mancanegara diangkat sebagai duta program. Di bawah bendera Warner Music, Dompet Dhuafa membawa nama Raef, musisi muslim asal Amerika sebagai duta internasional program kemanusiaan untuk anak-anak Palestina tersebut. Untuk musisi Tanah Air dua nama hadir sebagai duta School for Gaza, yaitu Kikan Namara dan Bondan.

“Kali ini Dompet Dhuafa terus bersinergi dengan mengajak semua lapisan masyarakat untuk peduli dan berbagi terhadap pendidikan anak-anak Gaza, Palestina. Dalam pelaksanaan program ini, Dompet Dhuafa menargetkan akan bersinergi dengan 1000 sekolah dan juga menggandeng tiga musisi duta School for Gaza yaitu Raef, Kikan dan Bondan,” terang Prima Hadi Putra, GM Infaq Dompet Dhuafa Filantropi.

Bersinerginya Dompet Dhuafa dan Warner Music, serta musisi tanah air lainnya, menjadi upaya meningkatkan penggalangan donasi dan mengajak semua lapisan masyarakat turut peduli serta berbagi. Bergabungnya Kikan dan Bondan, serta musisi muslim Amerika yang berada di bawah label Warner Music, Raef yang mengusung tema “Song For Hope 5chool for Gaza,” diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menyambung mimpi dan pendidikan anak-anak Gaza, Palestina

Dalam program ini Dompet Dhuafa menargetkan penggalangan dana dilakukan di 1.000 sekolah di Indonesia baik itu TK/KB, SD, SMP, SMA. Setidaknya dibutuhkan dana Rp10 milyar untuk membantu anak-anak Gaza kembali bersekolah. “Nantinya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk merenovasi sekolah di Gaza dan juga memberikan bantuan peralatan sekolah, alat tulis, buku, seragam, dan tas. Sehingga melalui program School for Gaza, 1.000 Sekolah Indonesia akan berbagi cinta dan harapan untuk wujudkan sekolah di Gaza. Semuanya dilakukan karena ingin menebar senyum perdamaian dan upaya terus menghidupkan pendidikan anak-anak Gaza,” ujar Putra. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)