Memperkenalkan Seni Keramik kepada Generasi Bangsa

Unit Pengelola Museum Seni (UPMS) di tengah kesibukan dalam menyelenggarakan Pameran Keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta dengan tema ‘Identitas’ mengajak para anak berkebutuhan khusus untuk andil dalam pembuatan karya keramik. Seperti yang diketahui sebelumnya, pameran keramik identitas merupakan wujud dari upaya UPMSi untuk berperan aktif dalam mendukung pelestarian dan perkembangan keramik di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan keramik, serta memotivasi para perajin keramik yang ada di kota Jakarta dan kota sekitarnya agar lebih semangat berkarya.

foto workshop (4)

Tujuan lain pameran ini adalah untuk lebih meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan keramik di Indonesia, serta meningkatkan fungsi dan peran Museum Seni Rupa & Keramik di bawah pengelolaan UPMS sebagai jendela budaya seni rupa Indonesia. Dyah Damayanti, Kepala Unit Pengelola Museum Seni Rupa, berharap museum semakin menunjukan eksistensinya khususnya museum keramik serta menjadi sumber informasi bagi masyarakat dan menjadi sumber inspirasi bagi para praktisi sini keramik

“Di pameran ini masyarakat tidak hanya disuguhkan dengan karya para seniman keramik tapi juga bisa ikut belajar membuat keramik lewat wokshop bersama tiga belas seminan.,” tutur Dyah

Keramik merupakan karya seni rupa Indonesia yang mengalami perkembangan dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan dunia seni rupa di Indonesia dan dunia, maka perajin keramik Indonesia terus meningkatkan tehnik membuat keramik baik dalam segi tema maupun bentuk keramik yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Selama 10 hari, masyarakat Jakarta bisa datang dan menikmati karya-karya dari para seniman keramik yang namanya sudah tak asing lagi seperti F. Widayanto, Antin Sabodo, Ayu Larasati, Bregas Harrimardoyo, Evy Yonathan, Geofrey Tjakra, Haryo Soenggono, Lisa Sumardi, Silayana Setiadarma, Yetty V Tamsil, Ignasius Tommy, Adhy Putraka dan Wati Karmojono.

Para perupa keramik ini menaruh harapan besar agar keramik dapat diterima oleh semua umur khususnya generasi muda, keramik tidak hanya untuk pecinta seni rupa saja melainkan untuk semua orang. Dalam memperkenalkan keramik kepada generasi muda, para seniman ini memberikan workshop kepada 70 anak berkebutuhan khusus

“Saya berharap suatu hari nanti anak-anak berkebutuhan khusus ini dapat mengisi pameran seperti kami, saya yakin mereka pasti bisa. Yang mereka butuhkan adalah fasilitas, pengakuan dan dukungan” ujar Adhy Putraka, seorang perupa keramik.

Sampai saat ini para pengajin keramik semakin menunjukkan eksistensinya di dalam dan luar negeri dengan mengusung nama Negara Indonesia.Tema ‘Identitas’ sendiri diambil dari perpaduan antara kata ‘Ide’ sebagai konsep dasar penciptaan dan ‘kualitas + kuantitas’ sebagai pencapaian atas eksistensi yang terus berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa setiap perupa itu beda dengan karyanya yang tidak saling tiru, mempunyai ciri khas dan identitasnya masing-masing, lewat acara ini juga kami ingin menyampaikan informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang keramik kepada masyarakat khusunya gerasi muda” ujar F. Widayanto, perupa dari komunitas Keramik Indonesia

Pameran ini dapat menjadi sebuah letupan api seni yang menggelorakan masyarakat Jakarta khusunya pengunjung Kota Tua untuk ikut andil serta menjadi saksi mata pekembangan seni rupa Indonesia khusunya seni keramik yang menjadi bagain dari sebuah upaya investasi seni dan budaya yang akan diwariskan pada generasi mendatang. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)