OCBC NISP Gelar Workshop Wealth Management untuk Mahasiswa

Bank OCBC NISP menggelar program One Day Workshop (ODW) untuk mahasiswa di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Salah satunya workshop di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta hari Senin (12/5) yang bertajuk “Wealth Management In a Simple Way” yang diikuti oleh sekitar 90 mahasiswa yang didampingi beberapa pengajar Binus.  Kegiatan ini sebagai bagian dari CSR bidang pendidikan yang dilakukan OCBC NISP.

OCBC NISP Binus

Dalam kesempatan tersebut, Senior Corporate Executive Bank OCBC NISP, Ka Jit, memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai wealth management.

Dijelaskan Ka Jit, wealth management adalah perencanaan uang menyeluruh dengan dukungan layanan finansial menggunakan pendekatan sistematis dalam menemukan aset dan memitigasi resiko untuk mencapai tujuan keuangan. “Wealth management adalah proses yang membantu kita mencapai financial goals,” katanya.

Dana kelolaan yang dihimpun dari nasabah wealth management OCBC NISP hingga kuartal pertama tahun 2014 adalah sebesarRp3,5 triliun, atau sekitar 11,6% dari total dana pihak ketiga (DPK) yang berasal dari nasabah ritel.Total dana kelolaan tersebut masih lebih rendah dari ekspektasi awal yang diharapkan sesuai target, yaitu Rp4,5 triliun, atau tumbuh sekitar 20%. “DPK di tabungan OCBC NISP growth, tapi masih belum sesuai target”, ujar Ka Jit.

Selama tiga bulan pertama 2014, pendapatan wealth management OCBC NISP hanya sekitar Rp 50 miliar, atau tumbuh sekitar 5% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, tapi  OCBC NISP optimistis menargetkan perolehan fee based income dari bisnis wealth management sebesar Rp 200 miliar.

Untuk mencapai target yang diinginkan, strateginya adalah peluncuran produk baru dan didukung kondisir pasar yang membaik. “Seperti yang saya bilang, kondisi pasar sudah membaik, liquidity yang mau disalurkan ke deposito sudah disalurkan, kami banyak melakukan sosialisasi kepada nasabah. Fokusnya masih ke nasabah prima untuk pertumbuhan wealth management, memang nasabah prima memberi kontribusi terbesar," tambah Ka Jit.

Pada kuartal kedua 2014 nanti, Ka Jit menjelaskan OCBC NISP masih tetap mengandalkan produk lama, walaupun sudah mengeluarkan produk baru. “Kebanyakan sumbernya akan dari produk lama,” sambungnya. Ka Jit melanjutkan, Bank OCBC NISP memang mengeluarkan produk baru, tetapi tidak terlalu memberikan kontribusi yang signifikan. “Paling besar tetap diharapkan dari obligasi, reksadana, sama produk asuransi lain,” ujarnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)