Pantene Dorong Women Empowerment

Ovidia Nomia, Senior Communications Manager P&G Indonesia

Pantene mendorong pemberdayaan perempuan di Indonesia melalui kampanye #SiapaBilangGakBisa Jadi Wanita di Luar Ekspektasi. Kampanye ini hadir sebagai eksekusi dari hasil riset Pantene yang menyatakan bahwa 9 dari 10 wanita Indonesia merasa harus selalu memenuhi ekspektasi dari keluarga dan masyarakat memiliki harapan tertentu terhadap mereka. Wanita berupaya untuk tidak mengabaikan setiap ekspektasi tersebut agar tidak menjadi sebuah masalah yang rumit.

Hasil survei Pantene pada channel digital yang diikuti 555 wanita dengan rentang usia 18-35 tahun, pada Mei 2018 menyatakan bahwa 91% wanita Indonesia mengaku ingin memiliki keluarga dan menjajaki dunia karier di saat yang bersamaan, namun banyak kendala yang membuat mereka tidak dapat melakukan keduanya. Sebanyak 48% di antaranya karena tidak memiliki kesempatan untuk belajar, 38% merasa harus menyeimbangkan antara pekerjaan dan pendidikannya, sedangkan 28% lagi harus berjuang melawan ekspektasi dan kritikan sosial dari masyarakat.

Ovidia Nomia, Senior Communications Manager P&G Indonesia saat diwawancarai SWA Online di Jakarta (14/8/2018), menjelaskan bahwa Pantene adalah brand yang concern terhadap woman empowerment. “Pantene itu punya satu value, di mana kecantikan itu akan terpancar jika kita memiliki kekuatan. Jadi cantik itu kuat. Dari situ kita ingin mendapatkan koneksi yang baik dengan konsumen kita untuk merasa bahwa dengan menggunakan produk kami, mereka akan merasa memiliki power dan bisa mendapatkan values yang sama dengan produk kami.”

Ia menambahkan, kampanye #SiapaBilangGakBisa adalah bentuk gerakan di mana perusahaan ingin membuka mata para konsumer bahwa perempuan dapat melakukan apapun. Bahkan, dua hal yang kontras tetap dapat dijalankan bersamaan dengan baik. “Di sini juga kita menunjukkannya melalui perempuan-perempuan yang ada. Contohnya adalah Agatha, dia seorang ibu dengan anak yang berkebutuhan khusus, tapi dia termotivasi menjadi seorang ibu yang lebih baik untuk putra dan putrinya.”

Agar brand Pantene tetap ada di pikiran para pelanggan, Pantene selalu menghadirkan kampanye yang sesuai dengan para konsumen. Selain itu, perusahaan juga melakukan inovasi produk. “Kita selalu melihat bahwa produk kita adalah solusi dari permasalahan yang dihadapi perempuan saat ini. Contohnya produk kami yang terakhir adalah anti lepek. Kita selalu memberikan inovasi supaya bisa relate dan berkomunikasi langsung dengan konsumen kita dan mereka pun merasa kita mengikuti perkembangan zaman dan menjawab permasalahan mereka.”

Produk Pantene di Indonesia disesuaikan dengan kondisi negara. “Penyesuaian produk itu pasti. Seperti produk anti lepek itu hanya dikhususkan di Indonesia. Karena produk itu tidak bisa didatangkan satu produk untuk seluruh dunia, karena dari kondisi iklim berbeda, kebutuhan berbeda, kondisi kulit berbeda. Kita sangat melihat insight-insight itu sangat penting sehingga bisa memperkaya produk kita. Produk yang ada di Indonesia memang dikhususkan untuk konsumen kita di Indonesia," ujarnya menutup penjelasan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)