Patungan Untuk Berbagi Peringati Hardiknas

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh di tanggal 2 Mei, Ovo, Tokopedia, dan Grab berkolaborasi gerakan sosial basis digital bertajuk ‘Patungan untuk Berbagi’. Lewat program ini, masyarakat Indonesia dapat berdonasi melalui ketiga platform tersebut di bulan Ramadhan guna mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Indonesia.

Co-founder sekaligus Vice Chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, mengatakan, pendidikan itu penting dan satu hal yang dibutuhkan untuk membantu memutus rantai kemiskinan. "Itu tujuan utama dari program ini,” katanya saat ditemui dalam peluncuran program ‘Patungan untuk Berbagi’ di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta (02/05/2019).

Dalam program ini, ketiga platform tidak hanya memudahkan donasi lewat digital (online), tapi juga melalui festival offline yang akan digelar serentak di 8 kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, dan Makassar pada 22-28 Mei. Festival ini akan menampilkan berbagai merchants dan hiburan dari ketiga platform. Selain itu, akan ada acara buka puasa bersama lebih dari 500 anak yatim di setiap kota.

Selama festival ini berlangsung, para pengunjung dapat secara langsung berkontribusi dengan memindai QR code yang tersedia di booth Patungan untuk Berbagi. Donasi yang terkumpul dari program ini nantinya akan disalurkan pada anak-anak yatim dalam bentuk beasiswa selama satu tahun dan paket parsel perlengkapan sekolah. Ketiga platform ini pun rencananya akan melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul, sampai dengan Rp 10 miliar.

Namun, ketiga platform tersebut tidak menargetkan jumlah spesifik donasi yang terkumpul. “Kami tidak ada target jumlah yang terhimpun ya, karena ini program donasi. Semakin banyak tentu akan jauh lebih baik,” kata Harianto Gunawan, Direktur Ovo.

Sementara itu, proses penyaluran donasi akan difokuskan pada daerah dengan angka kerawanan putus sekolah yang tinggi. “Program ini berkerja sama dengan Rumah Yatim di mana setelah donasi terkumpul akan dilakukan rekapitulasi sehingga jumlah anak yatim yang akan menerima donasi akan disesuaikan dengan total dana yang terkumpul,” lanjut Harianto.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menyambut baik program sosial ini. Baginya, model ekonomi digital yang mengutamakan kolaborasi tersebut cocok untuk Indonesia dengan mengedepankan gotong royong. Ia juga percaya upaya tersebut membuktikan ekosistem digital dapat menggerakkan masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap sesama.

“Pengguna Ovo, Grab, dan Tokopedia rata-rata para milenial. Jadi ini kesempatan bagi kaum milenial untuk berbagi dan saya yakin ini akan sukses dan luar biasa untuk Indonesia,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)