Pelatihan Stimulasi Pijat Bayi dari Johnson & Johnson

PT. Johnson & Johnson Indonesia melalui brand unggulannya Johsnson's Baby telah berhasil mencetak rekor Guinness World Records baru untuk "Stimulasi Pelatihan Pijat Bayi Terbesar Di Dunia dengan lebih dari 600 Bidan peserta". Rekor ini diperoleh Johnson & Johnson Indonesia dalam acara "Johnson's Sentuhan Kehidupan" yang diselenggarakan di XXI Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat.

Lakish Hatalkar dan Swapnil Dangarikar berfoto bersama 629 bidan peserta saat penerimaan plakat pemecahan rekor dunia

Lakish Hatalkar, Presiden Direktur PT  Johnson & Johnson Indonesia, mengatakan, "Sebagai perusahaan yang berfokus pada produk bayi selama 120 tahun, Johnson & Johnson melalui Johnsons's Baby terus berusaha untuk berinovasi dalam memberikan yang terbaik bagi bayi dan ibu di seluruh dunia. Rekor dunia terbaru ini merupakan salah satu bentuk komitmen Johnson & Johnson dalam mendukung pertumbuhan bayi dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingya sentuhan penuh kasih sayang melaui ritual pijat pada saat tahun pertama bayi, khususnya pada periode 28 hari pertama mereka."

Lakish menambahkan,  "Johnson & Johnson Indonesia merasa sangat bangga dan terhormat menerima penghargaan dari Guinness World Records. Semoga apresiasi ini selanjutnya dapat semakin memotivasi kami untuk terus memberikan yang terbaik, tidak hanya dalam inovasi dan produk, tetapi juga edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas sehingga semakin banyak bayi memiliki kesempatan hidup yang lebih baik, berkembang dan melihat dunia."

Dalam menjalankan pelatihan pijat bayi terbesar ini, Johnson & Johnson Indonesia bekerjasama dengan UKK Tumbuh Kembang - Pediatri Sosial dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk mengedukasi lebih dari 600 bidan yang terbesar di berbagai wilayah Jakarta mengenai stimulasi pemijatan bayi yang bermanfaat bagi perkemabangan bayi, sehingga semaki banyak bayi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dalam rangka mencapai masyarakat Indonesia yang sejahtera dan merata, sesuai dengan tujuan pembangunan nasional. SDGs telah memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam proses pembangunan berkelanjutan yang secara universal diikuti oleh negara - negara berkembang dan negara - negara maju.

Data dari Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2012 menunjukkan bahwa angka kematian bayi selama lima tahun sebelum survei (sekitar periode 2008 - 2012) adalah 32 kematian per 1.000 kelahiran. Hal ini berarti 1 dari 31 anak yang lahir di Indonesia, meninggal sebelum mecapai hari ulang tahunnya yang pertama. 60% kematian pada bayi terjadi di usia 0 bulan, yang menjadikan tingkat kematian neonatal sebesar 19 kematian per 1.000 kelahiran. 80% kematian anak terjadi pada usia 1 - 11 bulan, yang memberikan angka kematian pasca kelahiran sebesar 13 kematian per 1.000 kelahiran. tentu ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia untuk mengurangi angka kematian bayi seperti yang juga ditargetkan oleh SDGs untuk tahun 2030 mendatang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)