Pelindo III, Gelontorkan Rp 48,5 Miliar untuk CSR Pandemi Covid-19

Bantuan ambulan dari Pelindo III untuk  penanganan Covid-19 (Foto investor.id).
Bantuan ambulan dari Pelindo III untuk penanganan Covid-19 (Foto investor.id).

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III mengimplementasikan beragam langkah nyata untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan pelabuhan dan ruang publik dengan mengerahkan sumber dayanya. Edi Priyanto, Direktur SDM Pelindo III, menjelaskan bahwa perseroan ini di tahun 2020 telah mengalirkan bantuan dana sebesar Rp 48,5 miliar.

Sebagian besar dana itu bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR) Pelindo III. “Dana CSR ini untuk membiayai beragam kegiatan dan bantuan penanganan Covid-19 di Indonesia,” ujar Edi.

BUMN pengelola pelabuhan ini mengalihkan program CSR ke kegiatan yang bersifat pencegahan, penanganan, dan mengurangi penyebaran virus corona. Sebelumnya, fokus CSR memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja perseroan.

Dana Rp 48,5 miliar yang diserahkan Pelindo III itu antara lain untuk menyediakan fasilitas rapid test gratis kepada calon penumpang kapal di wilayah kerja Pelindo III, bantuan baju alat pelindung diri (APD) dan masker untuk tenaga medis di sejumlah rumah sakit di Indonesia, sanitasi tangan (hand sanitizer), instalasi mencuci tangan portable, mobil sehat atau ambulans, sembako, serta Laboratorium Biomolekuler Covid-19 di Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC) di Surabaya, Jawa Timur.

“Pelindo III selalu berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam hal penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Sejak diumumkan sebagai pandemi di Indonesia awal 2020, Pelindo III bergerak cepat melakukan berbagai langkah guna mendukung upaya pemerintah tersebut,” tutur Edi.

Kementerian BUMN pada April 2020 memercayai Pelindo III sebagai Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 BUMN di Provinsi Bali. Perseroan bersama BUMN lainnya yang ada di Bali dan tergabung dalam Satgas ini bahu-membahu menanggulangi penyebaran wabah virus corona dan mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

“Selain itu, Pelindo III juga membentuk Satgas Covid-19 di setiap unit kerja, mulai dari kantor pusat, kantor regional, terminal, pelabuhan, hingga anak perusahaan Pelindo III,” Edi menjabarkan. Pelindo III mengelola 43 pelabuhan yang tersebar di tujuh provinsi: Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta memiliki 23 anak perusahaan dan afiliasi.

Sebagai koordinator Satgas di Bali, Pelindo III menetapkan susunan struktur organisasi yang terdiri dari 10 BUMN di wilayah tersebut. Struktur organisasi terdiri dari gabungan beberapa BUMN di Bali yang berkomitmen mendukung pemerintah menangani dampak pandemi ini.

Edi Priyanto, Direktur SDM Pelindo III.

BUMN yang tergabung dalam Satgas ini saling berbagi peran seiring dengan didirikannya sejumlah posko (pos komando). Fungsi posko ini sebagai titik koordinasi BUMN di Bali untuk mengintegrasikan kanal komunikasi, aktivitas pencegahan, dan mitigasi risiko penyebaran Covid-19.

Pelindo III menangani posko di Kota Denpasar, yang mencakup Posko Tanjung Benoa dan Posko Rumah Kreatif PLN Sesetan. BUMN lainnya menangani posko di wilayah lain: Bank Mandiri menangani posko di Tabanan; PLN, posko di Jembaran; Bank BNI, posko di Gianyar; Telkom, posko di Karang Asem; dan Pegadaian, posko di Bangli.

Pelindo III, sebagai Ketua Tim Satgas, mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan tanggap bencana dan penanganan masyarakat terdampak Covid-19 yang terencana dan terpadu di wilayah masing-masing yang menjadi tanggung jawabnya, berkoordinasi dengan Satgas Nasional dan Satgas daerah, berpartisipasi aktif mengerahkan sumber daya, menginformasikan penyaluran bantuan, serta melaporkan penyaluran bantuan kepada Kementerian BUMN dan BUMN donatur.

Untuk setiap kegiatan, Pelindo III senantiasa melakukan perencanaan, menghimpun dan mengelola bantuan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah atau Satgas daerah untuk memetakan sasaran penerimaan bantuan. “Pelindo III mengacu pada data sebaran Covid-19 dan kebijakan penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh Satgas Covid daerah masing-masing,” ungkap Edi. Metode ini mengintegrasikan program penanganan Covid-19 antar-instansi daerah dan BUMN. Ini merupakan bagian dari program giving Pelindo III.

Dengan demikian, penanganan Covid-19 dan penyaluran bantuan yang diberikan Pelindo III selalu merujuk program penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. “Sehingga, keberhasilan program bantuan serta dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang ditimbulkan dari program bantuan Covid-19 Pelindo III selalu terintegrasi dengan progres penanganan dan penekanan Covid-19 yang dilakukan pemerintah,” Edi menjelaskan.

Program giving Pelindo III dilaksanakan dalam jangka pendek hingga jangka panjang yang fokus menangani dampak Covid-19 terhadap perekonomian dan sosial masyarakat. “Oleh karenanya, Pelindo III masih akan fokus pada bantuan sembako kepada masyarakat terdampak pandemi dan relaksasi pinjaman bagi UMKM binaan yang usahanya terdampak pandemi,” tutur Edi. Covid-19 yang berdampak negatif terhadap sektor ekonomi ditindaklanjuti perseoran dengan memberikan relaksasi pinjaman kepada mitra binaan (UKM) dan bantuan sembako senilai Rp 3,1 miliar untuk masyarakat.

Pada Juni 2020, misalnya, Pelindo III mengumumkan relaksasi pinjaman kepada 54 UKM binaan dengan nilai pinjaman mencapai lebih dari Rp 3,8 miliar. Bantuan relaksasi itu pun dibagi menjadi dua jenis: penundaan pembayaran dan restrukturisasi pinjaman. Pada Agustus 2020, Pelindo III memberikan bantuan serupa kepada 19 mitra binaan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah, senilai Rp 1,3 miliar.

Guna menekan penyebaran Covid-19 melalui tracing pasien, Pelindo III membangun Laboratorium Biomolekuler di Rumah Sakit PHC Surabaya guna mempercepat proses tracing. ”Laboratorium tersebut membantu pemerintah mempercepat pemeriksaan tes swab PCR untuk pasien yang diduga terpapar Covid-19, dari sebelumnya membutuhkan waktu 4-5 hari menjadi satu hari. Tentunya, hal tersebut sangat memberikan kontribusi signifikan pada upaya pemerintah menangani pandemi,” kada Edi. (*)

Anastasia Anggoro Suksmonowati & Vicky Rachman

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)