Pencerah Nusantara Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memberi kontribusi kepada negara, bukan lagi dengan demo yang menimbulkan kerusuhan tetapi dengan cara mengabdikan diri kepada masyarakat. Hal ini yang digagas oleh Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) melalui program Pencerah Nusantara (PN).

Program yang berfokus pada isu kesehatan masyarakat ini mengajak sekelompok anak muda dari bidang kedokteran dan para pemerhati kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat di daerah terpencil Indonesia, seperti Karawang (Jawab Barat), Tosari (Jawa Timur), Mentawai (Sumatera Barat), Berau (Kalimantan Barat), Ende (NTT), dan Ogotua (Sulawesi Tengah).

PN dibentuk karena mengacu pada MDGs yang separuhnya berfokus pada kesehatan masyarakat. Program yang sudah dilaksanakan sejak  tiga  tahun lalu ini menerapkan prinsip bahwa selama tiga  tahun para PN ditempatkan di lokasi yang sama. Karena menurut Diah S. Saminarsih, Staf Khusus Menteri Kesehatan sekaligus Founder CISDI, jika waktu setahun tidak cukup untuk memberi dampak yang signifikan terhadap 7 daerah tersebut.

Pada tahun ketiga ini PN menurunkan sebanyak 34 anak muda hasil seleksi. Mereka tergabung dalam PN batch III. Alasan pemilihan peserta adalah karena anak muda Indonesia banyak yang ingin melakukan sesuatu, tetapi tidak ada platform untuk mengekspresikannya.

Sebelum diberangkatkan, terlebih dahulu mereka diberi pelatihan dan pembekalan selama 7 minggu untuk selanjutnya di daerah tujuan mereka dapat menjadi fasilitator untuk mengidentifikasi masalah dan menjalankan program kesehatan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kinerja mereka selama disana akan dimonitor dan evaluasi tengah dan akhir tahun.

Diah S. Saminarsih, Staf Khusus Menteri Kesehatan ,Founder CISDI Diah S. Saminarsih, Staf Khusus Menteri Kesehatan ,Founder CISDI

“CISDI mengadakan evaluasi tiap tengah tahun melalui leaders meeting untuk menilai kinerja mereka selama 6 bulan di sana, khususnya kinerja Puskesmas sebagai fokus program ini. Selain itu, kami juga mengevaluasi internal tim PN dan status kesehatan masyarakat di daerah tujuan,” ungkap Nindi, Program Director Pencerah Nusantara.

Terdapat keunikan dari PN batch III ini, di mana mereka melanjutkan program yang dirintis dua angkatan sebelumnya dan juga harus memastikan adanya exit strategy agar masyarakt lokal bisa tetap aktif melajutkan berbagai program dan inisiatif yang sudah dijalankan dalam tiga tahun terakhir.

“Dalam tiga tahun terakhir ini, dampak PN terhadap masyarakat sudah semakin terlihat. Sebagai contoh di Ende, PN aktif melakukan advokasi kepada pemerintah dan masyarakat di sana untuk dapat berperan serta dalam mengurangi jumlah pernikahan dini. Bulan Oktober ini program 3 tahun kami berakhir. Kami akan memulai seleksi batch IV untuk ditempatkan di lokasi yang berbeda,” ungkap Diah. Untuk ke depannya, CISDI bekeinginan untuk mengembangkan model lain untuk PN selanjutnya dan terus konsisten menyasar ke wilayah Timur Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)