Pepsodent Libatkan 225 SD dalam Gerakan 21 Hari Sikat Gigi

Pepsodent mencanangkan Gerakan 21 Hari Sikat Gigi dengan melibatkan siswa-siswi dari 225 sekolah dasar. Gerakan yang sekaligus juga memperingati Hari Kesehatan Gigi Dunia ini, bertujuan mengubah perilaku anak dalam hal menyikat gigi. Program yang sudah berlangsung sejak 2013 ini juga mengajak siswa untuk melakukan aktivitas menyikat gigi bersama dengan kedua orang tua di rumahnya masing-masing.

IMG_2627

“Untuk merayakan Hari Kesehatan Gigi Sedunia, 110 PDGI Cabang di seluruh Indonesia akan melakukan program sikat gigi 21 hari di 255 SD Binaan karena PDGI sebagai mitra kerja Pepsodent mengakui efektifitas program 21 hari sikat gigi mampu merubah kebiasaan baik pada anak. Selama 21 hari anak dibantu oleh guru sebagai kader kesehatan gigi akan dibiasakan melakukan sikat gigi dengan cara yang benar dan di waktu yang tepat – pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Untuk melihat lebih lanjut efektifitas program tersebut, kami akan lakukan juga evaluasinya di beberapa PDGI cabang," ujar drg. Farichah Hanum, MKes, selaku Ketua Pengurus PB PDGI.

Program 21 hari sikat gigi pagi dan malam dimulai dengan pelatihan guru sebagai kader kesehatan gigi oleh dokter gigi PDGI Cabang, dilanjutkan dengan pembentukan dokter gigi kecil. Sebagai tanda pencanangan gerakan 21 hari sikat gigi di perayaan Hari Kesehatan Gigi Dunia 2015, dilakukan janji dokter gigi kecil SDN Babakan Madang 01 Sentul yaitu janji untuk menyikat gigi pagi dan malam hari sebelum tidur dan mengajak orang tua mereka untuk turut menjalankannya. Kemudian mereka melakukan nyanyi dan sikat gigi bersama sebagai langkah awal mereka untuk berkomitmen melakukan perubahan baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Dengan melatih kebiasaan ini pada anak-anak diharapkan orang tua terinspirasi untuk juga berperilaku hidup sehat.

“Edukasi kesehatan gigi Pepsodent yang telah dilakukan di SD, TK maupun PAUD telah menjangkau lebih dari 12 juta anak di seluruh Indonesia. Program tersebut dari tahun ke tahun semakin disempurnakan, dan sejak tahun 2013 mengadopsi program 21 hari sikat gigi pagi dan malam. Hal ini merujuk teori ‘behaviour change’ bahwa 21 hari adalah waktu rata-rata yang diperlukan untuk mengubah suatu kebiasaan. Evaluasi dari program 21 hari sikat gigi pagi dan malam dilakukan di 16 kota/kabupaten Jawa Barat pada tahun 2013 melibatkan 64.000 anak SD memperlihatkan hasil nyata dimana terjadi penurunan Simpflied Oral Hygiene Index (OHI-S) dari 1.13 menjadi 0.44 yaitu sebesar 61,9 %. Penurunan OHI-S menunjukkan peningkatan status kebersihan rongga mulut yang sangat menentukan untuk penurunan resiko terjadinya gigi berlubang dan penyakit gusi,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc., Head of Professional Relationship Oral Care PT. Unilever Indonesia, Tbk.

Photo 2

Hari Kesehatan Gigi Sedunia 2015 mengambil tema “Smile for Life”, bertujuan mengingatkan kita semua untuk memperhatikan dampak positif dari menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang yang mempengaruhi kualitas hidup saat ini dan masa depan. Senyum menyiratkan kepercayaan diri dan perasaan senang seseorang, karena orang hanya tersenyum jika mereka bahagia dan memiliki kehidupan yang sehat.

“Anak-anak di belahan dunia manapun tidak terkecuali Indonesia bisa terbebas dari masalah karies gigi agar mereka mendapatkan senyum yang cemerlang dalam kehidupannya hari ini dan yang akan datang. FDI sangat mendukung dengan peningkatan kerjasama antara organisasi profesi, pemerintah dan swasta dalam menjalankan program promotif preventif dan kuratif di bidang kesehatan gigi dan mulut. Di tingkat dunia, FDI bersama dengan Unilever menjalankan program sikat gigi pagi dan malam di 10 negara termasuk Indonesia,” harapan Dr Tin Chun Wong, President of FDI World Dental Federation. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)