Perkuat CSR, DBS Resmikan Yayasan Bernilai SGD 50 Juta

Demi memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan di Asia, Bank DBS membentuk yayasan senilai SGD 50 juta, atau sekitar Rp 480 miliar. Dengan pembentukan DBS Foundation ini, bank akan meningkatkan dukungannya untuk masyarakat di Asia, demi memberikan dampak lebih besar dalam menangani kebutuhan sosial yang berkembang di kawasan tersebut.

DBS

Yayasan ini didirikan dengan harapan dapat terus berevolusi dari waktu ke waktu. Dalam waktu dekat, yayasan juga diharapkan dapat mendorong inovasi sosial dengan menggalakkan pengembangan inisiatif sosial yang inovatif. Inisiatif-inisiatif ini termasuk memelihara sektor kewirausahaan sosial dan memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk sumbangan pada saat bencana alam atau krisis.

Pembentukan yayasan ini menegaskan komitmen kontribusi DBS kepada masyarakat secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Sejak 2012, bank telah mengucurkan dana sebanyak hampir SGD 2 juta dalam bentuk hibah untuk membantu pengembangan usaha sosial di Asia. Dana ini memungkinkan usaha-usaha sosial untuk mendirikan usaha baru atau memperluas usaha yang sudah ada sehingga dapat memberikan kesempatan kerja kepada mereka yang kurang beruntung.

Selama ini, DBS terus aktif dalam mendukung program-program usaha sosial karena program tersebut membantu menyelesaikan masalah sosial melalui solusi finansial yang baik. Melalui program ini, DBS dapat membantu usaha sosial mempertahankan bisnisnya dalam jangka panjang. DBS merupakan satu-satunya bank yang menawarkan layanan perbankan secara virtual dengan gratis untuk usaha-usaha sosial di Singapura, Hong Kong, Cina, India, Indonesia, dan Taiwan.

Untuk mendorong anak muda berbuat lebih banyak bagi masyarakat, DBS baru-baru ini bermitra dengan National University of Singapore (NUS) untuk mengadakan sebuah kompetisi. Kompetisi yang baru kali pertama diadakan pada tahun 2013 ini bertujuan mengidentifikasi usaha-usaha baru yang berpotensi menghasilkan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan. Diluncurkan pada September tahun lalu, DBS-NUS Social Venture Challenge Asia telah menerima lebih dari 400 proposal dari lebih dari 15 negara di seluruh dunia. Sebanyak 70 persen peserta berusia di bawah 30 tahun, dan hampir 40 persen adalah perempuan. Sebagian besar ide berkaitan dengan penggunaan teknologi untuk menciptakan dampak sosial. Para pemenang, yang akan diumumkan pada Juni 2014, bakal menerima pendanaan untuk memulai usaha sosial mereka.

"Selama dua dekade terakhir, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang cepat di Asia telah membawa perbaikan terhadap standar hidup di seluruh wilayah ini. Namun, ada sebagian besar populasi di Asia yang belum merasakan keuntungan dari peningkatan kemakmuran wilayah tersebut," kata Piyush Gupta, CEO DBS, Rabu (12/2/2014).

"Di DBS, kami meyakini bahwa hubungan timbal balik dengan masyarakat di mana kami beroperasi adalah penting. Kami yakin bahwa kami bisa menjadi bagian untuk memperkuat usaha-usaha perbaikan sosial di masyarakat. Selain menciptakan kontribusi di bidang ekonomi untuk jangka panjang, kami juga berusaha untuk memberikan manfaat yang positif kepada masyarakat di mana kami berada, serta memberikan dampak sosial yang baik. Lebih jauh, DBS Foundation akan memungkinkan kami untuk menjadi katalis perubahan."

Sementara itu, Melvin Teo, Presiden Direktur DBS Indonesia, menuturkan, “DBS Indonesia melaksanakan peranan aktif dalam berkontribusi kepada masyarakat lokal di mana kami beroperasi, dalam menghasilkan keuntungan yang bertanggung jawab, memberikan manfaat bagi masyarakat luas, dan mendukung perkembangan berkelanjutan untuk ekonomi riil. Kami fokus dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui program-program pengembangan usaha sosial dan kami juga telah menjadi bagian untuk Indonesia yang lebih baik selama 25 tahun terakhir.”

“Peresmian DBS Foundation akan membantu kami untuk terus berkomitmen mengembangkan usaha sosial di Indonesia,” lanjut dia.

Sampai dengan 2013, DBS Indonesia telah melakukan sejumlah kegiatan untuk mendukung peningkatan usaha sosial termasuk di antaranya kampanye peningkatan kapasitas pengusaha sosial, penyelenggaraan seminar dan pameran, serta membuka peluang bisnis bagi pengusaha sosial untuk bermitra dengan DBS Indonesia.

Di sisi penanggulangan krisis, dalam beberapa tahun terakhir DBS telah menyumbangkan bantuan untuk gempa bumi di Sichuan dan Padang, serta Topan Nargis. Tahun lalu, perusahaan, para karyawan, dan pelanggan menyumbangkan lebih dari SGD 1 juta kepada Palang Merah Singapura paska Topan Haiyan di Filipina.

Euleen Goh, Ketua DBS Foundation, menyebutkan, "Dalam era Kapitalisme Baru, kami harus memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. Ini berarti melakukan kegiatan-kegiatan yang positif di mata pelanggan, karyawan, masyarakat, serta pemegang saham kami. Dengan tujuan dan niat baik bersama, bukan hanya karyawan kami yang bisa terlibat, namun juga sebagai organisasi, kami bisa membuat dampak lebih besar untuk masyarakat di mana kami beroperasi." (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)