Perusahaan Startup Gotong Royong Bersihkan Jakarta

Berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI Jakarta, kota ini memproduksi 7.000 ton sampah tiap harinya. Hal ini disebabkan karena budaya masyarakat Jakarta yang gemar membuang sampah sembarangan dan maraknya penggunaan kemasan sekali pakai yang membuat semakin menumpuknya sampah di Jakarta.

Melihat hal ini, beberapa perusahaan startup di Jakarta seperti Lamudi, Carmudi, ZEN Rooms, Fabelio dan Scoop menggelar acara “Startup Clean Up Jakarta”, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan (16/10/2016).

Kegiatan Clean Up Jakarta ini diikuti sekitar 200 orang relawan, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Para relawan memungut sampah yang ada di sekitar kawasan perkantoran Mega Kuningan.

Setelah itu, sampah yang dikumpulkan oleh relawan diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni sampah yang dapat didaur ulang akan diberikan ke bank sampah milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta, serta sampah yang tidak bisa didaur ulang yang akan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Mengapa kegiatan kali ini di Mega Kuningan? Dipilihnya kawasan Mega Kuningan dalam kegiatan ini memang bukannya tanpa sebab, Selain banyak berdiri perusahaan startup, area ini juga dikenal sebagai ikonnya Central Business District (CBD) Jakarta, sehingga kebersihan dan kenyamanan merupakan hal utama di daerah tersebut,” ujar Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia.

startup-bersih

Menurut Mart, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Melalui acara ini diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan namun menjadi tanggung jawab bersama.

“Karena melibatkan banyak perusahaan startup, kami berharap dengan adanya acara ini juga bisa dijadikan wadah untuk silaturahmi antar startup “ ujar Mart.

Mart mengaku, sejatinya kegiatan “Startup Clean Up Jakarta” tahun 2016 ini adalah yang ketiga kalinya digelar oleh Indonesia Expert. Namun, baru kali ini Lamudi bergabung. “Sebenarnya kegiatan ini dilakukan serentak di 54 titik lokasi di Jakarta. Tiap lokasi ada sekitar 200 relawan, jadi totalnya ada sekitar 10.800 orang yang menjadi relawan,” ucapnya.

Sementara itu, Nikita Semenov, Managing Director ZEN Rooms Indonesia, mengatakan, pihaknya senang bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini. Baginya, kebersihan adalah prioritas yang utama bagi mereka.

“Kami memulai bisnis di hotel di Jakarta dan kami peduli tentang kesejahteraan kota ini. Kami juga menanamkan pada pikiran kami bahwa kebersihan dari satu kota akan membuat kota tersebut menjadi lebih menarik untuk dikunjungi para turis. Inilah mengapa kami sangat senang mendapatkan kesempatan untuk bergabung dalam acara ini dan membuat kota Jakarta menjadi tempat yang lebih baik lagi,” ujar Nikita.

Christian Sutardi, co-founder dan COO Fabelio, juga setuju dengan manfaat dari kegiatan ini. "Fabelio mempunyai visi untuk turut serta memberdayakan sumber daya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Mengupayakan kebersihan merupakan salah satu cara kita untuk memperindah hunian kita, Kota Jakarta. Masih banyak hal yang dapat kita lakukan bersama-sama untuk Indonesia, salah satunya melalui acara ini." katanya.

Subir Lohani, CEO Carmudi Indonesia juga senang bisa berpartisipasi dalam event ini. “Ini merupakan salah satu usaha CSR kami. Harapan kami dengan kegiatan ini, semoga Kota Jakarta akan menjadi bersih dari sampah dan semakin nyaman untuk ditempati.”

Hal senada juga disampaikan oleh Johnson Kwok, COO Scoop Newsstand. “Membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan indah untuk Jakarta, kota tempat perusahaan kami melakukan kegiatan sehari-harinya dan kota para pengguna Scoop. Sangat menyenangkan dapat ikut mengambil bagian dalam acara “Startup Clean Up Jakarta” ini bersama teman-teman startup lainnya,” kata Johnson.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)