Pieter Tanuri dan Gerakan Sejuta Bola

Sebagai Presiden Direktur Multistrada Arah Sarana Tbk, sebuah perusahaan yang telah memasok jutaan ban baik untuk kepentingan lokal maupun internasional, Pieter Tanuri menunjukkan sikap kepedulian sosialnya, yakni dengan memperhatikan masa depan anak – anak kurang mampu untuk dapat berlatih sepak bola.

pieter

Oleh karena itulah, sejak Januari 2013, Multistrada menjalin kemitraan sebagai Official Tire Partner dengan Manchester United, Klub Sepakbola kenamaan asal Inggris. Kerja sama tersebut, selain untuk memajukan pesepakbolaan Indonesia, juga agar para penggemar Manchester United di Indonesia turut andil dalam meningkatkan brand awareness produk ban-nya, yakni Achilles dan Corsa sehingga dapat mendongkrak penjualan di dalam negeri, maupun luar negeri.

Berikut adalah penuturan Pieter Tanuri, kepada jurnalis SWA Online, Fardil Khalidi, terkait kerja sama dengan Manchester United, yang terbungkus dalam kemasan coorporate social responsibility (CSR),yakni Gerakan Sejuta Bola.

Apa yang mendasari Anda untuk menjalankan CSR di bidang sepak bola ini?

Ada beberapa alasan, yang pertama karena jika disurvei banyak anak – anak muda Indonesia yang ingin sekali maju dalam bermain sepak bola, tapi terbentur masalah biaya, sehingga mereka bukan hanya tidak bisa mendapatkan pelatihan yang memadai, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan equipment sepak bola yang memenuhi standar juga.

Kedua adalah faktor reputasi Indonesia di kancah sepak bola internasional yang masih sangat rendah. Terbukti dengan peringkat FIFA, dimana Indonesia bahkan 150 besar pun tidak masuk. Maka dari itu, dengan bekerja sama dengan Manchester United, kami dapat menciptakan bibit – bibit unggul di masa depan yang dapat mengharumkan negara lewat prestasinya di dunia sepak bola.

Bagaimana program Gerakan Sejuta Bola ini berlangsung?

Kami bekerja sama dengan management Kick Andy untuk mencari bibit – bibit unggul di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan pelatihan sepak bola saja, melainkan berbagi bola juga kepada club – club kecil di daerah.

Dari situ terkumpul sekitar sekian ribu anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, kemudian kami seleksi menjadi 32 orang untuk mendapatkan pelatihan khusus dari pelatih Manchester United, Michael Bennet dan Jamie Fitzpatrick di Jakarta, tepatnya di lapangan sepak bola Universitas Pelita Harapan. Setelah itu mereka ditraining selama 10 hari, dimana 5 hari mereka berlatih teknis sepak bola, dan 5 hari setelahnya mereka ditraining lebih ke sosial, seperti budi pekerti, etika, motivasi, dan lain sebagainya. Kemudian setelah itu kami seleksi lagi menjadi 6 untuk diberangkatkan ke Old Trafford.

Apa saja kriteria seleksi 6 anak ini?

Bukan hanya kemampuan teknis bermain sepak bola saja yang kami nilai, melainkan juga attitude, serta prestasi akademis.

Apa harapan Anda dengan adanya program ini?

Dengan adanya program ini harapan kami tidak hanya agar kualitas sepakbola Indonesia bisa meningkat, tetapi juga menanamkan indahnya berbagai, toleransi, serta perjuangan hidup. Mereka yang merupakan anak – anak yang berasal dari latar belakang berbeda, kami juga berikan pelajaran akan indahnya perbedaan.

Kemudian harapan ke depan juga kami ingin menjalin kerja sama dengan akademi sepak bola lain, di mana tidak hanya Manchester saja, melainkan juga seperti Arsenal, Liverpool, Barcelona, Real Madrid, dan lain sebagainya.

Ini kan baru pertama kali program ini berlangsung, ke depannya apakah ingin dilanjutkan?

Tentu saja iya, karena kami masih terikat partnership sebagai Official Tire Partner hingga 5 tahun mendatang. Lagi pula fans MU di Indonesia sangat massive jumlahnya, dan kerja sama ini sangatlah menguntungkan bagi ke dua belah pihak. Dengan demikian akan ada edisi selanjutnya dari Gerakan Sejuta Bola ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)