Program #1Emas1Perpustakaan untuk Tingkatkan Minat Baca

Memiliki misi untuk memajukan pendidikan di Indonesia hingga pada taraf yang paling baik, Tanoto Foundation mengembangkan perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri 011 Sering Barat, Pangkalan Kerinci, Riau. Ini sebagai salah satu bagian dari program Pintar yayasan tersebut.

Pengembangan perpustakaan ini merupakan bagian dari program #1Emas1Perpustakaan dalam rangkaian kegiatan dukungan Tanoto Foundation terhadap Asian Games 2018 yang lalu. Setelah pengembangan perpustakaan di sekolah ini, Tanoto Foundation akan mengembangkan 30 perpustakaan di sekolah-sekolah mitra lainnya, sesuai dengan jumlah emas yang diraih oleh atlet Indonesia dalam ajang olahraga terbesar di Asia tersebut yang berjumlah 31 buah.

“Kami meresmikan perpustakaan pertama yang telah kami perbaiki di SDN 011 Sering Barat, Pangkalan Kerinci, Riau, yang juga menjadi awal dari pengembangan perpustakaan di 30 sekolah mitra lainnya. Selaras dengan filosofi Tanoto Foundation, kami percaya bahwa pendidikan yang berkualitas akan mempercepat munculnya kesetaraan peluang,” ujar J. Satrijo Tanudjojo, Chief Executive Officer, Global Tanoto Foundation.

Dalam peresmian perpustakaan ini, Tanoto Foundation juga mengundang atlet peraih medali emas cabang olahraga angkat besi Asian Games 2018 Eko Yuli lrawan untuk berbagi inspirasi dengan siswa-siswi SDN 011 Sering Barat dengan menceritakan perjuangan dan pengalamannya menjadi atlet berprestasi tingkat dunia. "Saya senang dapat berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam pengembangan minat dan kemampuan baca anak-anak Indonesia. Saya berharap dukungan ini akan membuka peluang anak-anak untuk meraih mimpi mereka di masa depan," ujar Eko penuh harap.

Program #1Emas1Perpustakaan juga merupakan wujud kepedulian Tanoto Foundation terhadap rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Menurut riset World’s Most Literate Nation 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang disurvei dalam hal budaya baca. Sementara menurut riset UNESCO pada 2011, hanya 1 dari 1.000 orang Indonesia yang rajin membaca.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan anak-anak untuk membaca. Juga, memberikan pelatihan kepada guru-guru di sekolah ini untuk bisa mengelola sekolah dengan baik dan bisa menerapkan metode pembelajaran yang lebih modern. Selain melakukan renovasi perpustakaan, kita juga memberikan 100 jenis buku yang beragam.

Target Tanoto Foundation hingga tahun 2020 adalah ingin menggarap bantuan hingga 12.000 sekolah di Indonesia. Menurut saya, infrastruktur berupa bangunan sekolahnya sudah banyak tersedia, namun tugas kita selanjutnya adalah meningkatkan kualitas tenaga pengajarnya agar kedepannya bisa berdampak pada kualitas murid-murid yang lebih kompeten dan kreatif.

Nur Halimah, Koordinator Perpustakaan SDN 011 Sering Barat juga menuturkan bahwa sebelumnya sekolah ini tidak ada perpustakaan. Ruangan yang tadinya gudang, lalu direnovasi menjadi perpustakaan yang layak. Buku-buku pun sebelumnya tidak terawat dan hanya diletakkan di kardus. Namun setelah bekerja sama dengan Tanoto Foundation, perpustakaan dan beberapa properti di sekolah ini dapat digunakan dengan layak dan dapat berimbas pada meningkatnya semangat setiap murid dalam proses belajar-mengajar.

Dimulai pada tahun 2010, Tanoto Foundation telah melakukan kampanye dalam peningkatan minat dan kemampuan membaca. Melalui kegiatan ini, Tanoto Foundation telah merenovasi dan membangun perpustakaan di 186 sekolah, mendonasikan lebih dari 32.000 buku, dan melatih lebih dari 1.800 guru dalam mengelola perpustakaan di wilayah pedesaan di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Utara dan kedepannya akan menyasar 2 provinsi yang lainnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)