BII Berdayakan Ekonomi Lewat Micro Financing

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) melaksanakan program  corporate responsibility (CR) ‘BII Berbagi’ pemberdayaan ekonomi melalui micro financing.

BII2Melalui program CR ini, BII dengan didukung Grup Maybank akan memberikan dukungan dana bergulir sebesar Rp 1 miliar  kepada Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) untuk selanjutnya disalurkan kepada anggota komunitas dalam bentuk penyediaan micro financing, yang akan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha di bidang mikro seperti pertanian, perkebunan, perdagangan umum dan jasa.

Dana bergulir akan diberikan kepada 10 BMT yang tersebar di enam wilayah Indonesia mencakup DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

“Selaras dengan misi Humanizing Financial Services, kami memiliki komitmen untuk selalu berada di tengah masyarakat serta tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.  Komitmen ini juga menjadi bagian dari upaya BII untuk memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan masyarakat di Indonesia,” kata Pjs. Presiden Direktur BII, Thila Nadason.

Program yang dilaksanakan BII sendiri berangkat dari fakta, penduduk miskin di Indonesia yang jumlahnya mencapai 28,59 juta jiwa (data Biro Pusat Statistik 2012), dimana 79% dari penduduk miskin di Indonesia, menurut data Bank Dunia, tidak memiliki akses pada layanan keuangan formal.

“Melalui program CR pemberdayaan ekonomi melalui micro financing, kami berharap dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan melaksanakan pemberdayaan ekonomi untuk mendorong para penerima manfaat mendapatkan penghasilan yang lebih baik, meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia, dan menyiapkan para penerima manfaat menjadi komunitas yang bankable,” kata Thila Nadason.

Sebelumnya pada 2012, BII bersama Grup Maybank melakukan program pemberdayaan ekonomi melalui micro financing kepada komunitas perempuan dengan memberikan dana hibah melalui Koperasi Mitra Duafa yang mengembangkan jasa keuangan dengan pola grameen bank.  Dana yang dikembangkan dengan cara dana bergulir sejak pertengahan tahun 2012 akan dapat membantu 2.200 orang di tiga target area, mencakup Jonggol (Jawa Barat), Sragen (Jawa Tengah) dan Kulon Progo (Yogyakarta) hingga pertengahan 2015. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)