PTI Kampanyekan Masker Dukung Ekonomi Rakyat

Untuk memperingati May Day tahun ini, Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) menyelenggarakan relaunching program 'Kampanye Penggunaan Masker'. “Dalam program ini, kami bergerak untuk tidak saja menganjurkan pemakaian masker kepada masyarakat, tetapi juga menopang perekonomian rakyat dengan memfasilitasi UKM di berbagai kota untuk memproduksi masker secara massif. Masker yang diproduksi akan dipasarkan dengan konsep solidaritas sosial, artinya masyarakat yang mampu akan membeli masker dan dengan pembeliannya itu mereka juga mendonasikan satu masker lain untuk dibagikan PTI kepada masyarakat yang kurang mampu”, tutur Lisa Zen Purba, Koordinator Kampanye Masker PTI.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kementerian Tenaga Kerja RI, krisis
pandemi Covid-19 ini, setidaknya telah membuat 2,8 juta pekerja kehilangan pekerjaannya. Krisis PHK tertinggi pada industri padat karya seperti pariwisata
dan industri manufaktur lainnya terutama industri pakaian jadi (garmen). “Kami sudah melakukan riset, yang menunjukkan lebih dari 75% pekerja garmen adalah
perempuan, yang dirumahkan atau di PHK tanpa kompensasi yang cukup, sehingga jutaan pekerja yang kehilangan pekerjaan ini terancam rawan pangan. Itulah sebabnya, memberikan order pada mereka untuk dapat menyambung hidup sampai situasi perekonomian memungkinkan kembali, menjadi tujuan utama dari kampanye masker PTI, selain juga bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona”, jelas Lisa.

Sejauh ini, PTI telah bekerja sama dengan setidaknya 26 konveksi rumahan yang melibatkan setidaknya 200 perempuan penjahit di Jakarta, Bandung Raya, Bogor, Tasikmalaya dan Garut. “Jawa Barat menjadi pilihan utama, karena selain
provinsi dengan populasi dan jumlah tenaga kerja terbesar, tingkat pengangguran juga sangat tinggi, serta salah satu pusat industri garmen di Indonesia”, Myra Winarko, Koordinator Umum TPI.

Dalam waktu segera, PTI juga akan memulai program kampanye untuk mendesak pemilik brand atau buyer internasional terutama produk garmen
(seperti H&M, Zara, GAP, dan banyak lainnya) agar tidak serta merta mencabut dan membatalkan seluruh order terhadap pabrik-pabrik subkontrak mereka di
Indonesia. Kampanye ini berhasil untuk Bangladesh, dan akan mulai kita rilis di Indonesia, sebagai upaya untuk mendukung pemerintah melakukan pemulihan ekonomi pasca Covid nanti.

Dede Radinal, Koordinator Program PTI, juga menjelaskan kalau PTI berencana untuk terus memperbesar produksi masker dengan melibatkan semakin banyak UKM,  dengan memperluas pemasaran dan gerakan solidaritas sosial melalui WNI yang berada di luar negeri (diaspora). “Kami telah membangun jaringan dengan diaspora Indonesia di Amerika Serikat untuk kegunaan ini. Kita berharap, gerakan Perempuan Tangguh Indonesia tidak akan berhenti sebagai pendistribusi bantuan sembako, alat kesehatan untuk rumah sakit, dan warung nasi saja, tetapi kita juga melakukannya dalam konteks membangun ketahanan ekonomi masyarakat agar mempermudah economic recovery.

Berbagai tokoh publik berpartisipasi, antara lain Yenny Wahid, Chelsea Islan, Tompi, Prof. Hikmahanto Juwana, Kompol Vivick Tjakung, Yanti Airlangga, Ivanka Slank, Once Mekel, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Ivana Lie, Liliana Tanoesoedibjo, Jacklyn Choppers, Iis Sugianto, Prof Sarma Lumbanraja, AKBP Buddy Towoliu, Bens Leo, dan Rudy Choirudin.

“Kita Bisa! Kalau kita mampu kompak bergotong royong, maka kita bisa tidak saja menghentikan penyebaran Covid-19 ini, tetapi juga kita bisa bersama-sama membangkitkan kembali keterpurukan ini dan membangun kembali perekonomian rakyat dengan kuat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama Perempuan Tangguh Indonesia”, ucap Myra.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)