PTTEP Bantu Korban Banjir dan Longsor di NTT

Intensitas hujan tinggi pada dini hari, Minggu (4/4/2021), pukul 01.00 hingga 10.00 WITA mengakibatkan terjadinya banjir besar di beberapa titik wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi NTT, pada 12 April 2021 merilis laporan terkini kondisi pasca bencana.

Dalam laporannya BDPB melaporkan 179 orang meninggal dunia, 45 orang hilang, 271 orang luka-luka, 11.406 orang mengungsi, dan 461.359 orang terdampak banjir. Sementara itu, 14.779 bangunan rusak berat, 10.208 bangunan rusak sedang, dan 35.716 bangunan rusak ringan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi adanya dua bibit siklon tropis, yaitu Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatra dan Bibit Siklon Tropis 99S di Laut Sawu, NTT. Siklon Tropis ini menyebabkan terjadinya hujan lebat dan sangat lebat disertai angin kencang, guntur dan kilat diseluruh wilayah NTT.

PTTEP melalui Dompet Dhuafa bersinergi dengan pemerintah Provinsi NTT, berupaya menjadi pihak yang aktif terlibat membantu korban bencana di NTT. Komitmen ini diwujudkan melalui program NTT Bangkit Berdaya.  "Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu saudara-saudara di NTT, terutama yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor," jelas Grinchai Hattagam, General Manager PTTEP Indonesia dalam siaran pers (19/4/2021).

Bantuan yang diberikan PTTEP meliputi paket dapur gizi sehat, paket logistik mandiri, paket belajar siswa mandiri, dan paket aksi layanan sehat.  Diharapkan 2764 masyarakat terdampak di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, mendapatkan bantuan ini.

"Menghadapi bencana di tengah pandemi, masyarakat harus kembali bangkit dan berdaya, sehingga kehidupan sosial, ekonomi, dan lainnya bisa terus berlanjut lebih baik lagi," tegas Grinchai.

Prosesi serah terima bantuan yang dilakukan secara online dihadiri perwakilan PTTP, Dompet Dhuafa, Sekretaris Bappeda NTT Maxi Manafe,  serta Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda NTT Johny Erikson Ataupah. “Bantuan dari PTTEP bermanfaat bagi masyarakat kami yang terkena bencana. Kami n berterima kasih PTTEP menjadi pihak yang berkomitmen dalam penanganan bencana di NTT," ujar Sekretaris Bappeda provinsi NTT, pada kesempatan tersebut.

Komitmen PTTEP dapat memberikan inspirasi bagi perusahan lain, untuk menjadi bagian dalam upaya kepedulian. Ditambah, PTTEP juga bekerja sama dengan pemerintah daerah di NTT dalam upaya pencegahan stunting, ini tentu bisa menjadi inspirasi bagi (perusahaan) yang lain," tambah Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappeda NTT, Maxi Manafe,

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dompet Dhuafa bekerja sama dengan BPBD NTT, dan relawan yang ada di lokasi bencana. "Penanganan pasca bencana menjadi konsen semua pihak, Dompet Dhuafa, selalu siap sedia, sinergi, melakukan upaya bersama untuk memberikan bantuan dan layanan hangat bagi masyarakat terdampak bencana," jelas Herdiansah, Direktur CSR Dompet Dhuafa.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah  Ketua Pokja Logistik Bencana, Sylvia Pekujawang, yang juga merupakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, menyampaikan bantuan akan diusahakan disalurkan di lokasi terdampak bencana yang parah, dan yang masih banyak memerlukan bantuan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)