Racikan Bisnis Sinar Bersih Cetak Omset Rp 500 Juta Sebulan

Gedung Pertamina (Dok. Pertamina).

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengembangkan skala bisnis di masa pandemi Covid-19 in. Mereka melakukan diversifikasi produk untuk menangkap peluang bisnis di segmen produk kebersihan. Lina Monic, misalnya, memulai produksi kebersihan dan kesehatan di awal 2020. “Di awal memulai usaha, saya hanya menjual karbol sereh dan cairan pengusir serangga. Namun pada awal 2020, saya memperluas produk saya ke arah produk kebersihan dan kesehatan,” ujar Lina dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/3/2022).

Diversifikasi dan inovasi produk ini dibarengi dengan membuka toko untuk penjualan secara offline di pasar Podomoro, Sunter, Jakarta. “Tidak disangka, pada Maret 2020 pandemi mulai melanda Indonesia sehingga permintaan pasar melonjak hingga kami kehabisan stok karena bahan baku kosong,” ujar Lina yang mendirikan PT Sinar Bersih Sukses Jaya di tahun 2016.

Guna merespons permintaan konsumen, Lina memperbanyak stok dan menjual produk Sinar Bersih di toko dalam jaringan (daring). Tak disangka, saat pandemi Covid-19 melanda, justru omzet naik sebesar 50%. Kini, Lina berekspansi lantaran menyodorkan produk Sinar Bersih ke perkantoran, hotel, bengkel, toko, supermarket, restoran, bahkan rumah sakit. Para konsumen ini membeli produk Sinar Bersih dalam volume yang besar. Mereka tercatat sebagai pelanggan setia Sinar Bersih.

Lina, pengusaha kelahiran 1967, mengaktivasi kanal online, @sinarbersih, untuk menyokong pemasaran dan penjualan. Sinar Bersih merupakan jenama yang menjual produk-produk cairan pembersih yang berkualitas dan ramah lingkungan. Diluncurkan pertama kali pada 2016, dengan produk pertamanya yaitu karbol sereh dan cairan pengusir serangga.

Kini, Sinar Bersih memasok sejumlah perusahaan BUMN dan multinasional yang produknya itu berstandar Penandaan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). Produknya yang laris manis, antara laian sabun cuci tangan, sabun cuci piring, karbol sereh, detergent baju, disinfektan, pewangi baju dan handsanitizer.

Sinar Bersih meraup kenaikan omzet hingga 50% dengan pendapatan mencapai Rp 500 juta per bulan. Dia berancang-ancang menjemput bola ke lokasi pelanggan untuk memacu penjualan. “Saat ini, saya mengembangkan Mobile Unit untuk mendatangi perumahan-perumahan agar bisa menjual isi ulang cairan pembersih dan pembeli boleh membawa wadah sendiri serta mendatangi Mobile Unit, layanan ini akan segera diluncurkan,” tutur Lina.

Kepiawaian Lina mengembangkan bisnis ini merupakan hasil nyata pendampingan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) yang memberikan pelatihan, pembinaan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar agar para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dapat tumbuh dan berkembang khususnya di masa pandemi ini. Pertamina  melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus melakukan pendampingan kepada UMK untuk terus berinovasi.

Mitra Binaan Pertamina

Eko Kristiawan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, mengungkapkan pegiat UMK harus tetap produktif dan terus berinovasi, salah satunya dengan bergeser dari penjualan secara konvensional beralih ke penjualan secara online. “Ini merupakan langkah yang tepat di masa pandemi,” ucap Eko.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, tantangan pegiat UMK di era pandemi ini memang tidak mudah. Pertamina mengapresiasi Sinar Bersih, salah satu UMK dari mitra binaan Pertamina justru meraup omzet lebih tinggi di masa pandemi dan tidak berhenti untuk berinovasi serta melakukan ekspansi.  “Pertamina siap untuk terus memberikan dukungan bagi para UMK agar mampu meningkatkan daya saing serta melakukan inovasi dalam mengembangkan bisnis usahanya. Sehingga mitra binaan tidak hanya bertahan di masa pandemi, namun bisa berkembang dan meningkatkan penjualannya,” ujar Eko.

Program ini juga bertujuan untuk terus mengimplementasikan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Selain SDGs, Pertamina juga berupaya menjalankan Environmental, Social & Governance (ESG) di bidang sosial. Pertamina meyakini cara ini menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial perseroan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)