Roche Indonesia Kampanye “Kenali Artritis Reumatoid”

Selama ini kita mengenal penyakit rematik sebagai penyakit umum dan penyakitnya kaum lanjut usia. Padahal, jika kita ingin mengenal lebih dalam, penyakit ini memiliki banyak jenis dan dampaknya tidak seringan yang di bayangkan sebelumnya. Siapa sangka, rematik dapat merenggut aktifitas sehari-hari dengan cara membuat si penderita mengalami kelumpuhan total pada bagian tubuh.

roche

Mungkin masih hangat dibenak kita tentang sosok Ibu Een Sukaesih, seorang guru yang kini hanya terbaring lemah di atas ranjang rumahnya di daerah Sumedang. Namun dibalik ketidakberdayaannya untuk bangkit dari tempat tidur karena penyakit yang di deritanya, Ibu Een masih memiliki semangat yang luar biasa besar dalam hal mengajar pendidikan bagi anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya.

Ibu Een merupakan satu dari sekian banyak penderita penyakit yang disebut Rematoid Artiritis atau Artritis Reumatoid (AR), yang kini sudah banyak ditemukan kasusnya di Indonesia. Kini, AR menjadi salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Jika seseorang terjangkit penyakit ini, bukan tidak mungkin, kelumpuhan yang dialami Ibu Een dapat turut dirasakannya.

Untuk itu, penyebarluasan informasi mengenai penyakit ini sungguh dibutuhkan. Beberapa pihak yang terkait bahkan sudah melakukan kampanye mengenai penyakit yang mengakibatkan peradangan pada sendi-sendi tubuh manusia.

Salah satu kegiatan yang gencar dilakukan adalah kampanye yang diluncurkan hari ini oleh Perhimpunan Reumatologi Indonesia (Indonesian Rheumatology Associations/IRA), Roche Indonesia dan Institut Musik Daya Indonesia (IMDI). Dengan mengusung tema “Kenali Artritis Rematoid”, kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit artritis rematoid (AR) yang diperkirakan menimpa sekitar 21 juta orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Hari ini juga diumumkan rencana penyelenggaraan kegiatan edukasi dan aksi penggalangan dana bertajuk “Musik untuk Rema” dalam bentuk konser dan drama musikal singkat sebagai bagian dari kampanye tersebut untuk memberikan bantuan pengobatan langsung kepada pasien AR yang memiliki keterbatasan mengakses pengobatan sesuai standar medis.

dr. Andry Reza Rahmadi, SpPD, M.Kes, Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, yang juga merupakan anggota IRA, mengatakan AR adalah penyakit sistemik progresif, yang berarti dapat menjadi kian parah seiring dengan berjalannya waktu.

“Dampak AR pada pasien sangat besar, secara fisik peradangan ini menyebabkan nyeri sendi, kekakuan, pembengkakan, hingga cacat. Pasien membutuhkan pengobatan tepat yang dapat menghentikan perjalanan penyakit, agar terhindar dari kerusakan sendi yang terus berlanjut, penyebab cacat.” ujar dr. Andry.

Lebih lanjut dr. Andry menjelaskan selain masalah fisik, pasien AR rentan merasakan depresi akibat rasa nyeri yang membuat pasien sulit beraktivitas. Hal ini memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas hidup. Adanya terapi pendukung pengobatan seperti terapi musik yang bisa membantu pasien mengatasi rasa depresi akan dapat membantu pasien melawan penyakit AR dengan semakin baik. Untuk itu, tidak hanya IRA, IMDI sebagai instansi pendidikan musik yang pertama kali memiliki fokus studi terapi musik turut ambil bagian pada kegiatan kampanye kali ini.

“Terapi musik adalah terapi yang menggunakan musik dalam membantu penyembuhan pasien yang menderita berbagai penyakit. Adapun aspek-aspek penyembuhan maupun peningkatan kesehatan yang dibantu dengan terapi musik adalah fisik, mental, emosional, estetika dan spiritual, termasuk peningkatan keterampilan motorik dan fungsi kognitif. Area penyembuhan medis yang dibantu dengan terapi musik dianataranya adalah stroke, penyakit jantung, gangguan neurologis dan epilepsi, serta depresi,” terang Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah, D.A.Mus.Ed., pendiri IMDI.

Roche Kampanye

Sebagai salah satu perusahaan farmasi global terbesar di dunia, Roche Indonesia merasa perlu untuk mendukung kegiatan semacam ini berjalan dengan sebaik-baiknya. Dukungan tersebut merupakan wujud komitmen dalam hal peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit AR ini sendiri.

Selain komitmen dalam bidang pengembangan pengobatan terhadap penyakit AR, Roche Indonesia juga berkomitmen dalam peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit ini. Minimnya pengetahuan terhadap AR telah menghambat banyak orang mencari pengobatan serta perawatan yang tepat.

"Roche juga memiliki visi untuk menyediakan pengobatan dan solusi inovatif yang dapat diakses oleh setiap pasien di Indonesia, melalui program bantuan pasien, Solusi Terapiku, "ujar Mike Crichton, Presiden Direktur Roche Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)