Satu Tahun Beroperasi, Galeri Indonesia Kaya Dikunjungi Puluhan Ribu Orang

photo(2)

Indonesia yang dijuluki sebagai negara zamrud khatulisma memiliki beragam potensi yang luar biasa. Jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa, terdiri dari lebih dari 300 etnis menjadikan Indonesia kaya akan budaya. Langkah untuk melestarikan budaya ke generasi berikutnya merupakan hal yang harus dilakukan sehingga budaya yang beragam tersebut dapat terus bertahan.

Menurut Bubi Sutomo, pemerhati budaya dari Pusat Studi Indonesia Cerdas, Indonesia diuntungkan dengan jumlah penduduk yang besar. Bonus demografi menjadikan angkatan kerja berada pada posisi puncak. Kekayaan budaya menurutnya akan bertahan pada tangan generasi yang aktif. Meski demikian, perkembangan zaman menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam estafet kebudayaan tersebut.

Djarum Foundation melalui program Bakti Budaya dengan Galeri Indonesia Kaya yang dimulai sejak Oktober 2013 lalu menjadi salah satu sarana bagi estafet tersebut. Hadirnya Galeri Indonesia Kaya merupakan sebuah proses panjang yang dimulai dari dukungan Djarum Foundation terhadap seniman sejak tahun 1992 hingga tahun 2000-an dengan memberikan sponsorship kegiatan-kegiatan mereka.

Renitasari Adrian, Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation,mengisahkan, dari interaksi dengan para seniman tersebut, diketahui bahwa minimnya ruang publik untuk mereka tampil menjadi persoalan tersendiri sehingga seni menjadi kurang berkembang. “Potensi industri kreatif di Indonesia begitu besar. Banyak bibit muda berkualitas tetapi membutuhkan wadah untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Djarum Foundation pun kemudian mulai memikirkan untuk menciptakan sebuah ruang publik yang mampu menjadi wadah bagi para seniman untuk tampil. Pembangunan yang dimulai sejak 2012 pun kemudian secara resmi dibuka pada Oktober 2013 di West Mall, Grand Indonesia.

Galeri yang memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia terutama generasi muda ini sejak dibuka hingga Juli 2014 telah menjadi sarana bagi tampilnya 205 pertunjukan seni baik pentas musik, seni peran, maupun kunjungan budaya. Jumlah pengunjung mencapai 76.274 orang dan 12.824 penikmat seni. Dari segi usia, sebagian besar yakni 42%, adalah pengunjung dengan usia 12-25 tahun dan 38% adalah 26-45%. Diakui Yovie Widianto,musisi, konsep Galeri Indonesia Kaya telah berhasil mengangkat cinta budaya Indonesia dari berbagai lapisan lintas generasi.

Menurut Renitasari, galeri yang menyajikan 12 aplikasi ini bukan hanya sebagai sarana untuk tampil. “Kami tidak sekadar menyediakan panggung, tetapi ada workshop-workshop yang bisa diikuti agar mereka bisa menjadi seniman yang besar.” Pihaknya berharap, ke depan, Galeri Indonesia Kaya menjadi bagian yang mengajak untuk mencintai budaya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)