Sequis Life Bagikan 3.000 Kaki Palsu untuk Pasien Tuna Daksa

SequisPeringatan hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada hari ini, tanggal 3 Desember 2015, PT AJ Sequis Life melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertajuk From Disable To The Able, mendonasikan 1.000 kaki palsu untuk para penyandang tuna daksa. Simbolisasi pemberian kaki palsu tersebut dilakukan kemarin di kawasan Senopati Jakarta Selatan.

Selain pemberian kaki palsu, Sequis Life juga menghadirkan Ainun Chonsum sebagai narasumber dalam craft workshop berupa pelatihan Knitting dan Cukil Kayu serta seminar bertajuk Penggunaan Media Sosial untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Kegiatan craft workshop dan seminar marketing juga dihadiri oleh fans dan follower Sequis yang merupakan peserta terpilih melalui pendaftaran online yang diadakan dari 23 hingga 30 November 2015.

Kegiatan CSR ‘From Disable To The Able’ ini sudah dilakukan Sequis sejak tahun 2013. Setiap tahun Sequis mendonasikan 1000 kaki palsu untuk para penyandang disabilitas. Dan hingga tahun ini sudah sebanyak 3000 kaki palsu yang diberikan melaui Yayasan Peduli Tuna Daksa. Pada kesempatan ini dilakukan simbolisasi kaki palsu ke 1.000 untuk tahun 2015 kepada Suroto dan juga kaki palsu untuk Astri Monica Febriany sebagai simbolisasi perpanjangan kegiatan CSR oleh Sequis di tahun 2016.

“Kami mengangkat tema `Langkah & Semangat Baru untuk Hari Esok Lebih Baik`, sebagai wujud sosialisasi program CSR ini yaitu memberikan motivasi pada penerima kaki palsu bahwa mereka harus melangkah untuk mencapai hari esok yang lebih baik. Kampanye motivasi ini telah memasuki tahap ke delapan dan pada tahap ini kami memberikan pelatihan craft workshop yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para penerima kaki palsu. Mereka dapat mengembangkan kegiatan yang sama atau menjadikannya materi belajar untuk mengembangkan keterampilan yang telah mereka miliki atau yang mereka sukai,” ujar Santih Gunawan, Deputy General Manager and Head of Police Owner Service PT A.J. Sequis Life.

Santih juga menyampaikan harapannya pada peserta kaki palsu yaitu selain membekali diri dengan keterampilan juga perlu belajar mengenai dunia digital. “Perubahan sudah terjadi di lingkungan kita, ini adalah era digital, kita tidak bisa memilih untuk tidak peduli, untuk itu kita harus belajar untuk menjadi bagian di dalamnya, jika kelak penerima kaki palsu dapat menghasilkan produk yang dapat diterima oleh pasar, pemasaran online tentunya dapat dimanfaatkan juga salah satunya melalui media sosial,” imbuh Santih. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)