Sinar Joyoboyo Plastik Ajak UKM Kenalkan Plastik Aman

Selain untuk menunaikan ibadah puasa, bulan Ramadhan seringkali dijadikan sebagai peluang bisnis para pelaku usaha kecil, terutama di bidang makanan dan minuman. Tentu saja hal itu turut meningkatkan konsumsi plastik di masyarakat. Untuk itu, Sinar Joyo Boyo Plastik hadir melalui produk plastik sebagai solusi di tengah menjamurnya para pelaku usaha musiman di bulan suci.

Menanggapi tingginya konsumsi plastik di bulan puasa,, Sinar Joyoboyo Plastik menggelar roadshow Sebar Ta’jil Ramadhan 1436 H ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tujuannya untuk memberikan edukasi sekaligus meningkatkan wawasan masyarakat terhadap plastik sesuai dengan tipe dan fungsinya melalui kampanye “Kenali Plastikmu.”

Sinarjoyoboyo

Selain itu, kegiatan yang sukses digelar di lima pusat jajanan ta’jil Ramadhan yakni 22-23 Juni di Yogyakarta, 24-25 Juni di Solo, 27-28 Juni di Malang, 1-2 Juli di Banjar dan 4-5 Juli di Purwokerto, akan diisi oleh berbagai kegiatan edukasi pengunjung serta ajakan berbagi melalui sebar ta’jil yang melibatkan para pelaku UKM disekitar lima kawasan tersebut dan mendapat antusiasme masyarakat sekitar.

Handoko Sidharta, General Manager Sales & Marketing Sinar Joyoboyo Plastik, menjelaskan, peningkatan konsumsi plastik pada saat bulan Ramadhan menjadi fokus perhatiannya kali ini. “Menghadirkan plastik kemasan yang aman untuk makanan sebagai bukti nyata kami untuk turut menjaga keamanan jajanan kuliner di bulan suci Ramadhan.Kebutuhannya memang cenderung selalu meningkat. Seperti momen penting lainnya, bulan Ramadhan kali ini stoknya sudah kami siapkan,” ujar Handoko.

Plastik menguntungkan

Dalam kehidupan manusia keberadaan plastik sudah menjadi bagian yang sulit terpisahkan. Selain untuk menunjang keperluan berbagai usaha, plastik masih menjadi komoditi andalan masyarakat terutama dalam menunjang aktifitas sehari-hari seperti membungkus makanan atau minuman menjelang berbuka puasa.
Gilang Yogantoro, Marketing Departement Head Sinar Joyoboyo Plastik, memaparkan, selaku produsen plastik unggulan, Sinar Joyoboyo Plastik mengakomodasi tingginya kebutuhan plastik melalui produk plastik yang aman untuk makanan dan ramah lingkungan. “Inovasi tersebut berupa penerapan teknologi Oxo-Biodegradable yang mampu membuat plastik mudah terurai, sehingga plastik kami ramah untuk lingkungan,” kata Gilang.
Melalui sistem manajemen pengawasan mutu produksi berstandar ISO, produk Plastik Joyoboyo diolah dari bahan biji plastik murni yang halal dan aman untuk makanan (Food Contact) serta telah lulus uji degradasi dari Environmental Product Inc (EPI).

EPI merupakan perusahaan pembuat aditif oxo biodegradable Totally Degradable Plastic Additives (TDPA) yang telah mendapatkan sertifikasi Ekolabel dari Kementerian Lingkungan Hidup. dan memiliki terobosan teknologi yang mampu membuat plastik produksi Sinar Joyoboyo Plastik dapat terdegradasi selama 24-36 bulan.

Biji plastik murni ditambah aditif EPI oxo biodegradable diolah menjadi plastik dengan presisi yang tinggi, sehingga menghasilkan kualitas produk yang kuat, ulet, aman untuk makanan serta ramah lingkungan.

Hadirnya Sinar Joyoboyo Plastik sebagai produsen plastik yang aman untuk makanan (Food Contact), turut membantu masyarakat menghindari berbagai penyakit berbahaya sebagai dampak dari penggunaan plastik yang tidak memenuhi standar aman untuk makanan.

“Seringkali kita menemukan penjual makanan jajanan (street food) yang masih menggunakan kantung kresek yang berasal dari bahan daur ulang,”ujar Gilang.

“Plastik tersebut tidak aman untuk pembungkus makanan terutama dalam kondisi panas seperti bakso kuah, bakmi kuah, bubur dan berbagai jenis gorengan panas. Suhu yang relative tinggi akan membantu migrasi bahan kimia plastik ke dalam makanan,” Gilang kembali menambahkan.
Migrasi merupakan perpindahan zat kimia berbahaya yang didapat dari kemasan ke dalam bahan makanan. Dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu luas permukaan yang kontak dengan makanan; kecepatan migrasi; jenis bahan plastik dan suhu serta lamanya kontak.

Salah satu zat berbahaya yang terdapat pada plastik tidak aman untuk makanan adalah zat dioktil ptalat (DOP). DOP menyimpan zat benzen suatu larutan kimia yang sulit dicerna dalam saluran pencernaan manusia. Benzen juga tidak bisa dikeluarkan melalui feses atau urin. Akibatnya zat ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut oleh lemak tubuh, bisa memicu munculnya penyakit kanker.

Selain untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan roadshow Sebar Ta’jil Ramadhan Sinar Joyoboyo Plastik ditujukan pula untuk memberdayakan dan memberikan stimulasi bagi peningkatan keuntungan usaha para pelaku UKM. Hal ini sesuai dengan komitmen Sinar Joyoboyo Plastik sebagai perusahaan plastik yang turut peduli bagi kelangsungan bisnis usaha para pelaku UKM. “Ketika masyarakat mulai peduli terhadap pedagang yang menggunakan plastik aman, ujung-ujungnya mereka akan untung,” Gilang menegaskan.

Bermula dari tahun 1995 Lidah Buaya Group selaku holding company Sinar Joyo Boyo Plastik yang berpusat di Magelang, memulai produksi kantung plastik pertama untuk kebutuhan packaging internal. Seiring dengan hadirnya permintaan eksternal yang secara pesat terus meningkat, maka Sinar Joyo Boyo Plastik didirikan pada tahun berikutnya. Sejak tahun 1996, Sinar Joyo Boyo Plastik berkembang menjadi produsen kantung plastik yang memiliki peranan bagi perkembangan industri kantung plastik Indonesia.

Dalam kapasitas produksi maupun jenis produk yang dihasilkan, yang semula fokus pada produk kantung plastik berjenis PP kini telah berkembang dengan tipe produk kantung plastik yang lebih beragam seperti HDPE, LLDPE, mulsa dan raffia.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)