Smartfren Klaim 7 Keunikan di Program CSR-nya

Salah satu program CSR yang telah berjalan di tahun 2013 di bawah bendera Smartfren adalah membantu Komunitas Masyarakat Gemar Membaca (MAGMA) di wilayah Tangerang Selatan. Sebagai informasi, komunitas  beranggotakan 55 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di 7 kecamatan dan 35 kelurahan di seluruh Tangsel. Henky S. Cahyadi, Vice President Program CSR Smartfren mengungkapkan bahwa program ini bersinergi dengan salah satu visi perusahaan yakni Live Smart.

CSR Smarfren, photo by : Gustyanita Pratiwi CSR Smarfren, photo by : Gustyanita Pratiwi

Henky menambahkan bahwa program ini memiliki 7 keunikan. Pertama, program ini bertujuan untuk mengajak berbagai kalangan untuk hidup cerdas, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi secara tepat guna. Kedua, program ini diciptakan bersinergi dengan universitas, pemerintahan, swasta, dan masyarakat.

 “Keempat unsur ini secara unik disingkat menjadi U-GPS. Analoginya seperti alat GPS (Global Positioning System yang berfungsi memberikan arah sehingga keempat unsur U-GPS di atas diharapkan dapat memberikan arah menuju terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih cerdas,” ujar Hengky yang meninjau bahwa sinergi tersebut merupakan wujud dari semangat gotong royong yang berbuah positif bagi terciptanya helpful society.

Keunikan ketiga adalah bentuk partnership yang diusung program ini. “Jadi bukan sponsorship. Kami tidak membiayai proposal yang diajukan oleh masyarakat melainkan menyatukan energi dan kemampuan yang dimiliki masing-masing untuk langsung diberikan ke masyarakat,” terangnya.

Keempat, bantuan yang diberikan pun tidak berfokus pada materi, tetapi juga keterampilan dan pengetahuan. Sebagian besar kegiatan CSR dilakukan pada hari Sabtu ke-1 dan ke-3 setiap bulan dengan menurunkan langsung karyawannya. Program ini juga mengembangkan enterpreneurship di dunia pendidikan, sehingga mendidik masyarakat tidak hanya cerdas, tetapi juga mandiri dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Hampir 90% pengelola TBM adalah ibu-ibu rumah tangga. Dibutuhkan konsistensi dari tim untuk membantu ibu-ibu ini naik kelas dari pengelola TBM tradisional menjadi pengelola TBM modern. Makanya program pendampingannya butuh waktu 1 tahun agar benar-benar berimbas nyata ke kehidupan masyarakat. Ke depannya, program CSR Smartfren akan menyasar pula ke sektor kesehatan misalnya dengan memanfaatan ponsel pintar untuk membantu pelayanan kesehatan di sejumlah puskesmas di Indonesia, ” tambahnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)