Technindo Contromatra Gelar Operasi Katarak Gratis

Penyebab kebutaan terbesar di Indonesia disebabkan oleh katarak. Hal ini ditandai dengan kabur penglihatan jauh dan dekat secara perlahan-lahan, lensa mata kelihatan berselaput, berawan, atau keruh sehingga sinar tidak bisa masuk dan penglihatan menjadi kabur, dan jika tidak ditangani cepat dapat menyebabkan kebutaan.

Umumnya, katarak adalah penyakit yang mengenai lensa mata orang yang lanjut usia, dengan tanda-tanda sebagai berikut penglihatan akan kabur secara perlahan, pada mata hitam, akan tampak bintik putih, katarak menyerang seseorang yang berumur 50 tahun ke atas.

Selain itu, katarak bisa muncul karena infeksi, benturan pada mata atau penyakit sistemik yang menyertai penderita seperti kencing manis. Penanganan yang dilakukan terhadap penderita katarak hanya melalui operasi yaitu membersihakan lensa mata dan menggantinya dengan lensa baru.

Operasi mata dengan katarak ini dari tahun ke tahun semakin baik. Sekarang ini pasien dapat kembali ke rumah tanpa memerlukan opname di rumah sakit setelah operasi. Teknologi operasi katarak sekarang ini sudah dengan tanpa jahitan bahkan dapat dilakukan dengan cepat dan hasil kualitas memuaskan. Apalagi mata merupakan organ tubuh yang sangat penting bagi manusia.

Berdasarkan data dinas penduduk Sumut, setiap tahun paling tidak ada 17 ribu penderita baru. Hal inilah yang menjadi daya tarik PT Technindo Contromatra (TC) sejak tahun 2012 menggelar Bakti Sosial untuk memberi bantuan operasi katarak untuk 60 orang setiap tahunnya di Medan. Untuk mendapatkan pasiennya, TC menyebarkan informasi melalui karyawan dan juga dokter mata di Medan. Bahkan TC juga bekerja sama dengan Setia Budi Eye Centre, Medan untuk merealisasikan operasi katarakn gratis.

Sebenarnya, TC telah melakukan kegiatan sosial sejak 20 tahun lalu melalui berbagai kegiatan seperti beasiswa dan sumbangan rutin ke panti asuhan, pemberian kaca mata untuk anak anak sekolah dan pengobatan gratis. “Sambutan masyarakat sangat antiusias melalui program sosial operasi katarak dan akan kami jadikan agenda tahunan TC untuk memerangi penyakit katarak, khususnya di Medan,” kata Buyung Chan, Direktur Utama PT TC.

Kegiatan bakti sosial ini sebagai wujud peran serta TC untuk membantu meringankan penderita katarak khususnya di Medan. Apalagi dari sisi kinerja perusahaan TC yang terus membaik. Tahun lalu, berhasil membukukan penjualan sekitar Rp 300 miliar. Sedangkan tahun ini TC menargetkan penjualan mencapai Rp 450-500 miliar. Untuk mencapai target tersebut, TC akan tetap fokus di bidang industri sawit, pertambangan, oil & gas. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)