The Body Shop Komit Kurangi Emisi CO2 Sebesar 50% Hingga Tahun 2015

Perkembangan industri di Indonesia yang kini semakin pesat, kadangkala tidak dibarengi dengan aktivitas yang ramah lingkungan. Penggunaan stereofom, pengetesan produk pada hewan merupakan beberapa aktivitas tidak ramah lingkungan perusahaan yang turut menyumbang permasalahan lingkungan, terutama pada problem pemanasan global.

Saat ini, tingkat kepedulian yang mulai tumbuh terhadap lingkungan hidup memacu perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan program dalam memberikan solusi kepada permasalahan lingkungan. Salah satunya The Body Shop.

The Body Shop yang telah melakukan berbagai inovasi dalam mendukung aktivitas ramah lingkungan. “ Mengembangkan solar panel terbesar di dunia yang berada di Inggris, The Body Shop berpartisipasi secara aktif dalam kampanye hijau yang ramah lingkungan. Kontribusi langsung dalam pemakaian energi, solar cell atau panel surya yang dipelopori oleh The Body Shop berfungsi untuk menkonversi tenaga matahari ke dalam energi listrik. Inovasi ini, selain karena mulai menipisnya cadangan energi fosil, adanya isu pemanasan global turut memacu meningkatnya pemakaian energi di dunia. Juga, terkait komitmen The Body Shop dalam kontribusinya mengurangi emisi CO2 sebesar 50% dari perusahaan pada tahun 2015,” kata Suzy Darmawan, CEO The Body Shop..

Selain itu, The Body Shop telah menanam lebih dari 17.000 pohon untuk mengimbangi penggunaan lokal kertas di Indonesia. Tak lupa, program yang dijalankan adalah “Bring Back Our Bottles”, kampanye untuk mendorong pelanggan untuk membawa botol mereka yang kosong untuk didaur ulang. Sebagai timbal balik, The Body Shop memberikan tas daur ulang untuk setiap 25 botol yang pelanggan telah kumpulkan di toko The Body Shop. Sampai saat ini, The Body Shop telah mengumpulkan sekitar 30 juta botol selama rentang waktu 2011 dan dana yang terkumpul pada proses daur ulang ini disumbangkan kepada Tzu Chi Foundation, sebuah LSM yang menyediakan beasiswa untuk anak-anak yang membutuhkan dan mengalami bencana.

Di luar isu lingkungan hidup, kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan di dunia juga ditunjukkan The Body Shop. Banyaknya penghargaan yang diterima atas aktivitas kampanye anti perdagangan manusia oleh The Body Shop antara lain adalah penghargaan “United Nations Business Leader Award” atas kampanye melawan Perdagangan Manusia pada Desember 2010. Kesuksesan yang didapatkan di berbagai negara di dunia pun memacu The Body Shop untuk ikut aktif di ranah regional negara-negara, salah satunya Indonesia, khususnya mengenai isu perdagangan manusia.

Setiap tahunnya, rata-rata sebanyak 3 ribu sampai 4 ribu perempuan dan anak-anak diperdagangkan di Indonesia. Adanya janji pekerjaan dan gaji besar, perempuan dan anak-anak dibawa ke luar negeri dengan cara ilegal, tanpa surat-surat resmi. Hal inilah yang mendorong The Body Shop untuk berkontribusi secara nyata di Indonesia, membuktikan keterlibatan dan kepedulian The Body Shop tidak hanya secara global, tetapi juga regional. Kampanye ini bertujuan menggalang dana dan memberikan bantuan kepada para korban atau kepada mereka yang beresiko menjadi korban.

Dedikasi besar yang diberikan oleh The Body Shop kepada misinya untuk berkampanye bagi hak asasi manusia, hak-hak sipil, dan perlindungan lingkungan hidup di seluruh dunia pun telah dibuktikan sejak tahun 1994. The Body Shop telah membantu menggalang dana dan membantu meningkatkan kesadaran global mengenai kekerasan domestik atau yang lebih dikenal dengan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sejak tahun 2004, lebih dari £ 4m telah didonasikan kepada partner lokal The Body Shop untuk mendanai pencegahan, dukungan, dan perlindungan bagi wanita dan anak-anak yang telah dianiaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)