Tingkatkan Insinyur Lokal, Toyota Siapkan Rp 4 miliar

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pada 2015 menyiapkan 18 unit Toyota Vios atau setara Rp 4 miliar untuk didonasikan ke sejumlah perguruan tinggi dan SMK di Indonesia. Rangkaian donasi kendaraan utuh ini merupakan upaya Toyota Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya menyiapkan para insinyur lokal yang handal di bidangnya.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono mengatakan kualitas insinyur lokal sangat penting dalam menghadapi era persaingan yang semakin kompetitif, terutama dengan integrasi regional dan global seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. “Menyikapi hal ini, kami berupaya untuk bisa membantu peningkatan kualitas insiyur dengan memperkenalkan teknologi otomotif sebagai salah satu industri yang akan langsung terkena dampak penerapan MEA.” ungkap Warih. Sebelumnya, Toyota Indonesia telah mendonasikan kendaraan utuh dan komponen kendaraan kepada lebih dari 60 Sekolah Menengah Kejuruan Teknik di seluruh Indonesia.

Untuk meningkatkan daya saing insinyur lokal, TMMIN menyerahkan 1 unit Toyota Fortuner ke Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Kampus Undip Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu, (4/2/2015). Donasi kendaraan beroda empat kepada universitas dan SMK telah dimulai sejak September 2014. Ketika itu, TMMIN mendonasikan mobil ke Universitas Indonesia.
Warih menyerahkan Toyota Fortuner kepada Rektor Undip Prof. Dr. Sudharto P. Hadi, MES, Phd., di sela-sela Kuliah Umum bertemakan “Menuju Insinyur Berkelas Dunia” yang diselenggarakan oleh Yayasan Toyota & Astra (YTA) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Semarang, Jawa Tengah.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono Menyerahkan 1 Unit Fortuner ke Rektor Universitas Diponegoro. (Foto : IST). Wakil Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono Menyerahkan 1 Unit Fortuner ke Rektor Universitas Diponegoro. (Foto : IST).

Pada kesempatan ini, Warih juga memaparkan konsep Monozukuri yang diterapkan di TMMIN. Konsep Monozukuri adalah semacam etos kerja untuk tetap semangat berkarya dan memproduksi produk-produk unggul yang berkualitas. Proses dan sistem produksi terus disempurnakan untuk memproduksi produk unggul. tersebut. Monozukuri di TMMIN diklaim sebagai motor penggerak bisnis yang berkelanjutan. Konsep ini dipaparkan kepada peserta kuliah umum agar bisa menjadi salah satu acuan dalam berkarya.

Beasiswa

Selanjutnya, YTA memberikan beasiswa kepada 15 mahasiswa Universitas Diponegoro. Hingga tahun 2014, sekitar 500 mahasiwa Universitas Diponegoro menerima beasiswa YTA.
Selain menyalurkan bea siswa, YTA juga memberikan bantuan alat praktek seperti mesin-mesin mobil dengan teknologi terbaru untuk SMK dan perguruan tinggi. Nantinya siswa dan mahasiswa diharapkan memahami berbagai aspek teknologi di industri otomotif.

Selain donasi berupa kendaraan utuh dan komponen kendaraan, TMMIN juga telah mendonasikan perangkat laboratorium “Lean Production Manufacturing” yang menerapkan sistem produksi Toyota kepada Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Laboratorium ini digunakan oleh para mahasiswa Fakultas Teknik untuk mempelajari cara merancang fasilitas manufaktur.

Hingga akhir 2013, lebih dari 70 ribu pelajar sekolah dan 17 ribu mahasiswa menerima beasiswa YTA. Para penerima beasiswa itu tersebar di 98 universitas dan 500 sekolah di seluruh Indonesia. Bantuan lainnya adalah 60 ribu buku otomotif, lebih dari 2 ribu wallcharts serta lebih dari 300 engine assy sebagai alat peraga di SMK rumpun otomotif. Dengan demikian, YTA menggelontorkan dana beasiswa lebih dari Rp 60 miliar hingga akhir tahun 2013. Jumlah itu di luar nilai alat peraga yang disumbangkan. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)