Sumbang CO2, TNT Indonesia Gelar Pelatihan Eco Driving For Smart Driver

Sebagai pelaku jasa logistik, TNT Indonesia turut menyumbang CO2 di udara. Oleh karena itu TNT Indonesia bekerja sama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Safety Devensive Consultan Indonesia (SDCI) mengadakan pelatihan mengenai prilaku berkendara dengan benar dan ramah lingkungan.

DSC_0989

Tomy Sofhian, Managing Director TNT Indonesia, mengatakan, "Jadi kami melakukan kegiatan untuk mengurangi CO2. Kami melakukan kegiatan ini karena kami peduli akan lingkungan, jadi kami ingin memulai tren eco driving ini," katanya.

Menurut Tomy, faktor kecelakaan yang terjadi di jalan raya bukan hanya semata kurangnya infrastruktur dan padatnya kendaraan. Tapi lebih kepada sikap para pengemudi itu sendiri. "Faktor kecelakaan itu lebih ke sikap para pengemudinya. Walaupun infrastrukturnya memadai tapi kalau pengemudinya seenaknya kecelakaan akan tetap terjadi," ungkapnya. Dengan diadakannya pelatihan yang sudah tiga kali dilakukan oleh TNT Indonesia, diharapkan dapat mengedukasi masyarakat. "Kalau orangnya tidak di didik ya sama saja bohong. Jadi ini adalah langkah kecil yang dilakukan TNT untuk mengedukasi pengendara,"dia berujar.

Pelatihan eco driving ini akan memberi penekanan kepada teknik-teknik berkendara dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar defensive driving dan safety driving yang bertujuan agar dapat berkendara dengan lebih hemat bahan bakar, ramah lingkungan dan mengurangi angka kecelakaan. "Kegiatan edukasi ini melibatkan sebanyak 50 orang yang terdiri dari 25 anggota dari Ditlantas Polda Metro Jaya dan 25 orang pengemudi perusahaan TNT Indonesia," ujar Tomy.

"Dengan diadakannya pelatihan ini TNT ingin mendapatkan profit jangka panjang. Jadi kami juga harus memperhatikan keselamatan dari para driver kami. Mulai dari menggunakan sabuk pengaman, perawatan kendaraan yang mencakup penggantian ban secara teratur dan service kendaraan kami lakukan terus," papar Tomy.

Baharudin Muhammad, Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa kecelakaan terjadi karena kurangnya kesadaran dari para pengemudi kendaraan. "Saya sering melihat banyak saat pagi hari ketika orang mengantarkan anaknya sekolah itu tidak menggunakan helm. Ini kan berarti orang tuanya sudah mendidik anaknya untuk tidak taat peraturan. Kondisi kendaraan juga sangat penting untuk mencegah kecelakaan, misalnya bannya kalau sudah botak harus diganti, remnya juga harus diperhatikan jangan sampai habis tromolnya," imbuh Baharudin.

"Terkait dengan kedisiplinan, masyarakat harus punya kesadaran ketika berkendara. Dengan adanya pelatihan seperti ini saya harap dari yang 50 orang tadi bisa menyebarkan ilmunya ke banyak orang dan kedepannya jadi bisa lebih tertib lagi," tutup Gaharudin. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)