Tri Mumpuni Raih Penghargaan ASEAN Social Impact Awards

Terinspirasi oleh semangat berbagi yang ditunjukkan oleh Dr Ee Peng Liang yang sering disebut sebagai “Bapak Kegiatan Amal” (Father of Charity) Singapura, Fakultas Seni dan Ilmu Kemasyarakatan Universitas Nasional Singapura (NUS) berkolaborasi dengan Ee Peng Liang Memorial Fund, Asia Philanthropy Circle (APC) dan Ashoka Innovators for the Public menyelenggarakan ASEAN Social Impact Awards.

itu merupakan sebuah penghargaan yang didedikasikan bagi sociopreneur yang berhasil menggerakkan dan memberdayakan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. Penghargaan yang baru pertama kalinya digelar diberikan kepada tiga sociopreneur yang berasal dari Indonesia, Filipina, dan Thailand di Singapura. Terpilihnya mereka, terpilih karena berhasil memberikan dampak positif yang besar secara sosial dan ekonomi di negaranya masing-masing.

Dari Indonesia, Tri Mumpuni selaku Pendiri Insitut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) didaulat sebagai pemenang utama. Wanita Kelahiran Semarang 6 Agusutus 1964 ini terpilih karena keberhasilannya memberikan akses listrik dan pengembangan ekonomi untuk desa-desa terpencil di Indonesia.

Ia bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun pembangkit listrik tenaga hydro dan melatih penduduk untuk dapat mengoperasikan pembangkit listrik tersebut. Atas usahanya ini, Tri Mumpuni mendapatkan hadiah sebesar 50 ribu dolar Singapura untuk membantu mengembangkan upayanya memberikan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat terpencil.

Diakui Tri, keberadaan penghargaan ini membuat ia sadar bahwa untuk memperbaiki kondisi ketimpangan antara si miskin dan si kaya menjadi tidak begitu sulit karena masyarakat filantopi seperti APC Singapure dan APC Indonesia ikut terlibat di dalamnya. "Berbagi tidak harus selalu berbentuk materi, namun energi, tenaga dan ketulusan hati, sehingga pegiat pemberdayaan merasa mendapat banyak teman yang ingin sama sama memperbaiki dunia yang penuh ketimpangan ini,” kata Tri.

Ia menambahkan, kehadiran APC Indonesia yang dikomandoi oleh Victor Hartono didukung oleh Arief TP Rahmat, Belinda dan generasi muda ‘richest’ lainnya telah memberikan semangat baru dalam pengentasan kemiskinan. "Saya yakin dukungan mereka secara signifikan akan membuat usaha meningkatkan kemakmuran kaum marjinal yang selama ini saya lakukan akan berdampak lebih besar,” kata Tri.

Penghargaan kedua diberikan kepada Cherrie Atilano, pendiri AGREA Agricultural Systems International Inc. dari Filipina sebagai runner up. Apresiasi ini diberikan karena usaha Cherrie Atilano dalam meningkatkan akses ke skema keuangan, teknologi dan informasi bagi petani. Ia juga memberikan pelatihan bagi para petani untuk menjaga lingkungan dan memastikan mata pencaharian mereka dapat berkembang dan berkelanjutan.

Sedangkan penghargaan runner up juga diberikan kepada Somsak Boonkam, pendiri Local Alike dari Thailand. Penghargaan diberikan karena usaha Somsak Boonkam dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengembangkan sektor pariwisata. Ia menggunakan ini sebagai jalan masuk untuk menyelesaikan masalah sosial, menjaga budaya lokal dan menambah penghasilan bagi masyarakat. Baik Cherrie dan Somsak mendapatkan hadiah sebesar 25 ribu Dollar Singapura untuk membantu upaya mereka dalam proyeknya masing-masing.

Menurut Stanley Tan, Ketua Komite ASEAN Social Impact Awards dan APC, socioprenuer seringkali dilupakan oleh para pembuat keputusan, khususnya para filantropis dan instansi pemerintah. "Kami sangat berharap penghargaan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengusaha sosial dan membangun jembatan kolaborasi. Mereka memegang kunci ke pperubahan sosial. Kami akan terus berkomitmen dan mendukung penghargaan ini di tahun-tahun yang akan datang,” kata Stanley.

Dr S Vasoo Ketua Komite Ee Peng Liang Memorial Fund yang juga Associate Professorial Fellow Departemen Sosial Fakultas Seni dan Ilmu Kemasyarakatan NUS, menambahkan ketiga penerima penghargaan ASEAN Social Impact Awards sudah menunjukkan kreativitas dan semangat untuk membangun masyarakat dari bawah, untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan berdampak luas. Mereka sudah secara tidak langsung menunjukkan semangat membantu sesama dari Dr Ee Peng Liang untuk membantu masyarakat yang memiliki masalah sosial.

Tujuan jangka panjang dari penghargaan ini adalah untuk menciptakan ekosistem bagi agen perubahan sosial yang dapat bekerja sama untuk menyelesaikan tantangan dengan mengedepankan semangat wirausaha untuk membangun masyarakat yang produktif dan saling terkoneksi.

 

 

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!