#TrotoarKita, Cara Pemprov Jakarta Kembalikan Hak Pejalan Kaki

Pencanangan program #TrotoarKita dilakukan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Kegiatan pencanangan difokuskan di sepanjang Jalan Jend. Sudirman hingga ujung Jalan MH Thamrin, mulai dari Patung Pemuda hingga ke Air Mancur Patung Arjuna Wiwaha.

“Warga masyarakat pengguna trotoar seperti pejalan kaki, penyandang disabilitas, ibu yang mendorong bayi dan warga bersepeda tidak boleh terampas hak-haknya, karena itu trotoar tidak boleh dikuasai parkir liar, PKL dan kendaraan bermotor,” ujarnya.

Program #TrotoarKita dimulai untuk mengajak publik agar turut terlibat dalam perubahan yang dilakukan pemerintah, sejak proses pembangunan hingga ketika fasilitas jalur pedestrian ini siap dinikmati. Partisipasi publik akan meningkatkan rasa memiliki dan ingin menjaga jalur pedestrian baru yang akan dibangun. Proses pengerjaan tata ulang jalur pedestrian akan mulai dilakukan pada bulan Desember 2017 hingga Juli 2018, dengan menutup jalur pedestrian dan jalur lambat yang ada sekarang.

Terkait dengan pepohonan yang ada di sepanjang Jalan Jend. Sudirman hingga ujung Jalan MH Thamrin, Dinas Lingkungan Hidup Prov. DKI Jakarta telah menganalisis pengelolaan dan penataannya. Berdasarkan simulasi perhitungan di setiap 500 meter dari total 6,6 km, terdapat 326 pohon dipertahankan, 266 pohon dipindahkan, dan 139 pohon baru.

Saat ini, lebar jalur pedestrian sebelum penataan ulang bervariasi sekitar 1,5 – 5 meter. Pasca penataan ulang, lebar jalur pedestrian akan menjadi maksimal 12 meter, bervariasi tergantung pada kondisi jalan. Jalur cepat akan menjadi 5 jalur.

Panjang total jalur pedestrian yang dikerjakan akan sepanjang 6,6 kilometer yaitu PT MRT Jakarta akan mengerjakan area di sekitar 6 stasiun bawah tanah (Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia) sepanjang 1,4 kilometer. Sedangkan Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengoordinasi PT Mitra Panca Persada (Patung Pemuda Senayan – Kali Krukut) dan Keppel Land (Kali Krukut – Patung Arjuna Wiwaha) sepanjang 5,2 kilometer.

“PT MRT Jakarta menjadi bagian dari program ini karena di sepanjang jalan Sudirman – Thamrin akan dibangun pintu masuk ke stasiun bawah tanah yang dapat diakses dari jalur pedestrian. Jalur pedestrian ini harus memadai dan aman bagi calon pengguna MRT Jakarta, termasuk pengguna trotoar secara umum dan penyandang disabilitas” ujar William P. Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta mengajak para pemilik gedung di sepanjang jalan Sudirman – Thamrin untuk mendukung pengaturan akses jalan alternatif keluar masuk para penghuni gedungnya. Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Polisi Lalu Lintas untuk memfasilitasi manajemen rekayasa lalu lintas supaya publik tetap dapat melalui jalan Sudirman – Thamrin dengan lancar. Dengan dimulainya program penataan ulang jalur pedestrian ini, Jakarta akan punya contoh jalur pedestrian memadai yang dapat diteruskan di berbagai wilayah lainnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)