Untuk Korban Covid-19, Jamu Iboe Jaya Bantu Lewat #BagiAsa

Stephen Walla, Presiden Direktur Jamu Iboe Jaya.

Jamu Iboe Jaya memberikan bantuan 1.200 produk Jamu Iboe kepada warga yang terkena dampak pandemi Covid-19. Paket tersebut disalurkan lewat gerakan #BagiAsa. Program #BagiAsa merupakan kolaborasi empat media yaitu Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR bersama kantor pengacara Hendra Soenardi. Dalam pelaksanaannya, gerakan #BagiAsa bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FoI) dan Accelerice.

Program #BagiAsa menyalurkan bantuan makanan dan sembako bagi masyarakat yang terdampak COVID-19. Tidak hanya itu #BagiAsa juga membantu penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

Selama masa pandemi ini, menurut Stephen Walla, Presiden Direktur Jamu Iboe Jaya, mereka banyak memberikan dukungan pemberian jamu untuk daya tahan tubuh dan juga produk-produk kesehatan serta kebersihan. “Bantuan itu kami salurkan langsung ke rumah sakit - rumah sakit maupun lewat kerjasama dan kolaborasi dengan asosiasi, yayasan, komunitas, perusahaan, pemerintah kota dan para individu yang memberikan bantuan ke rumah sakit, puskesmas dan orang-orang yang membutuhkan,” ujar Stephen pada awal Juni ini.

Selain itu, untuk mendukung penerapan protokol kesehatan dan kebersihan pencegahan Covid-19, perusahaan -- yang didirikan pada tahun 1910 oleh dua wanita, Tan Swan Nio dan putrinya, Siem Tjiong Nio, di Surabaya itu -- juga ikut mengkampanyekan pemakaian masker saat beraktivitas di luar rumah yang merupakan penyaring utama penyebaran droplets. “Untuk itu kami juga memberikan masker-masker gratis untuk orang-orang yang membutuhkan,” tambah Stephen.

Sejak terjadi pandemi Covid-19, jamu Iboe banyak mengubah rencana bisnis mereka. “Saat ini kami sedang fokus untuk mengangkat jamu sebagai proteksi dan suplemen selain vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh,” jelas Stephen. “Kita sangat diberkati karena tinggal di Negara Indonesia yang memiliki kekayaan nabati dengan banyak tanaman obat yang salah satunya bisa berfungsi untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh yang memang sangat diperlukan di masa pandemi ini”.

Dengan adanya banyak pembatasan dalam bergerak dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19, Jamu Iboe juga melakukan penyesuaian dalam penjualan berbagai produknya. Mereka misalnya meningkatkan penjualan melalui online platforms: online stores, online marketplaces dan online order & delivery service. Selain itu mereka juga menyediakan layanan jemput bola dan supaya lebih dekat dengan pelanggan dengan menyediakan jasa Home Delivery Service dengan cara order yang mudah melalui telepon dan whatsapp.

Dengan meningkatnya aktivitas online, promosi-promosi juga banyak mereka lakukan melalui online. Sebagai contoh, mereka melakukan online live talkshow dengan memberikan edukasi tentang kesehatan. Untuk memberikan aktivitas saat di rumah agar tidak bosan dan juga mengingatkan pemakaian masker saat keluar rumah, mereka mengadakan Stay at Home atau Go out with Mask melalui Tik Tok Challenge.

Beberapa produk Jamu Iboe yang bisa berfungsi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain, Curmino (ekstrak temulawak), Curmino Plus Neo (ekstrak temulawak, meniran & sambiloto), dan Jinten Hitam & Sambiloto yang merupakan ekstrak Herbal Suplemen dalam bentuk sediaan kapsul. Selain itu mereka juga memiliki beberapa minuman kesehatan IBOE Natural Drink Temulawak, Jahe, Kulit Manggis & Rosella dalam bentuk sediaan granule yang bisa dikonsumsi sehari-hari dan setiap saat untuk bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Inisiatif #BagiAsa muncul dari keprihatinan terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat kurang mampu akibat penyebaran virus Covid-19. Sebagian besar dari masyarakat harus kehilangan mata pencaharian akibat PHK atau usaha yang dimiliki harus tutup karena tidak ada pembeli.

Tidak hanya masyarakat kurang mampu, gerakan #BagiAsa juga membantu tenaga medis melindungi diri dari tertular Covid-19 saat menjalankan tugasnya. Karena itu bantuan yang disalurkan melalui gerakan #BagiAsa ini tidak hanya digunakan untuk membeli makanan atau paket sembako, tapi juga alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis.

Pengelolaan dan pendistribusian bantuan dalam bentuk makanan dan minuman dilakukan oleh Foodbank of Indonesia (Foi) berdasarkan tata laksana yang ketat. FoI akan mengontrol kualitas makanan hingga penyaluran ke kelompok yang membutuhkan sesuai dengan SOP pencegahan penularan Covid-19 yaitu menghindari kerumunan hingga aspek higienis.

Jaringan relawan Foodbank of Indonesia akan mendistribusikan bantuan ke berbagai tempat. Sementara itu, kebutuhan makanan siap saji dilakukan oleh Accelerice. Dalam Gerakan #BagiAsa ini, Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR akan melakukan kampanye dan publikasi melalui platform media sosial masing-masing media. Individu atau korporat yang ingin melakukan donasi dapat menyalurkan bantuan melalui Rekening Yayasan Lumbung Pangan Indonesia di Bank BNI: 2005202055.

Setiap donasi yang diterima dan disalurkan untuk Gerakan #BagiAsa akan diaudit oleh auditor independen. Selain itu, penyaluran bantuan secara rutin akan dilaporkan di kanal media Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR, serta platform media sosial semua pihak yang terlibat dalam gerakan #BagiAsa.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)