Upaya Panasonic Mencetak Sineas Muda Berkualitas Global

Anak-anak memiliki kreativitas yang tak terbatas, namun sayangnya masih banyak anak Indonesia  yang kurang memahami kreativitas mereka sendiri. Mereka membutuhkan satu wadah untuk bisa mengeksplorasi kemampuan, salah satunya di bidang film. Salman Aristo, penulis naskah senior di Indonesia, melihat bahwa bakat para sineas muda Indonesia  memiliki kualitas yang setara dengan sineas luar.

Foto 2

Potensi sineas muda ini juga memiliki sudut pandang yang unik. Cerita sederhana dari kehidupan sehari-hari mampu diolah secara menarik sehingga bisa menghasilkan sebuah film bermutu dengan pesan moral yang cukup mendalam.

Hal ini diutarakan Salman setelah melakukan penliaian dalam Program Kid Wirness News 2015-2016 yang diadakan oleh PT Panasonic Gobel Indonesia. Nantinya para pemenang program ini akan bertarung di tingkat global di Brazil. PT Panasonic akan memilih 10 finalis terbaik dari 150 lebih naskah yang telah diterima.

Dalam proses penjurian perusahaan asal Jepang ini sengaja menggaet pakar perfilman dari London School of Public Relation Jakarta, Salman Aristo, serta perwakilan dari Yayasan Matsusita Gobel dan Pt Panasonic Manufacturing Indonesia. Selain menyeleksi, para pakar ini juga bertugas untuk memberikan pelatihan kepada para finalis, yang betujuan untuk menyiapkan mereka dalam kompetisi Kid Witness News dalam tingkat Global.

Ke-10 finalis diberikan pelatihan workshop mengenai penulisan naskah, sinopsis, proses perekaman gambar, editing, music scoring, dan soundtrack dari tanggal 14 hingga 16 Desember 2015. “Kami telah memilih 3 pemenang yang menghasilkan karya memuaku dengan sarat nilai-nilai sosial. Nantinya Indonesia  akan diwakilkan oleh tim dari SMP Cakra Buana untuk bertarung di tingkat global,” jelas Viya Arsawireja, Corporate Communication Manager PT Panasonic Gobel Indonesia.

SMP Cakra Buana Depok menang dengan video berjudul Perubahan, sementara juara kedua diduduki oleh SD Kupu-Kupu dengan judul video Indahnya Papua di Negeriku. Sementara juara ketiga dimenangkan oleh SDI Azhar Bintaro dengan judul video Mata Air Jadi Air Mata.

Program Kid Witness News 2015/2016 sendiri ditujukan untuk anak-anak berusia 10-15 tahun dalam rangka mengembangkan kreativitas mereka untuk menciptakan film pendek berdurasi 5 menit. Topik yang diberikan pun beragam mulai dari ekologi, komunikasi, dan olahraga. Program ini sendiri sudah berjalan 12 kali di Indonesia dan dimulai pada September dengan sosialiai dan roadshow ke 59 SD dan SMP di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)