Vasham Bidik 200 Ribu Petani Jagung

Vasham Kosa Sejahtera menaungi sekitar 7 ribu petani jagung di Jawa Tengah dan Lampung dengan luas lahan masing-masing sekitar satu hektar. Sang Founder dan CEO, Aldrian Irvan Kolonas menargetkan 200 ribu petani hingga 2020 mendatang.

Untuk mewujudkannya, mereka akan mereplikasi program ke daerah lain seperti Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. “Sulawesi adalah sentra jagung terbesar di Indonesia,” kata putra Hendrik Kolonas ini.

kolonas-irvan Founder dan CEO Vasham Kosa Sejahtera, Aldrian Irvan Kolonas

Menurut dia, Vasham menggelar pelatihan dengan kelompok tani berupa financial planning, kerja sama, dan organisasi. Ini penting untuk mengubah mindset petani dalam menabung untuk kebutuhan jangka panjang, seperti pendidikan anak. “Vasham lebih ke shared value, bukan filantropi. Yakni suatu usaha yang menghasilkan dampak sosial bagi masyarakat luas,” kata dia.

Setelah bergabung di Vasham, pendapatan petani rata-rata naik sekitar 30% pertahun. Saat ini, petani mesti jeli menghadapi perubahan iklim. Saat kemarau panjang tahun lalu, produksi menurun hingga rata-rata hanya 3 ton/ha. Padahal, biasanya produksi mencapai 7 ton/ha.

“Jadi, musim tanam jagung dibagi 2, saat musim hujan atau bendeng. Saat musim gaduh/panas, produksi hanya sekitar 4,5-5 ton/ha dari biasanya 7 ton/ha,” katanya.

Pemerintah diharapkan turun tangan untuk membenahi sistem irigasi, subsidi pupuk, dan asuransi pertanian. Dengan begitu, perubahan iklim tak terlalu berdampak pada pendapatan petani. Setelah jagung, Vasham juga siap membantu petani padi, singkong, dan kedelai, serta peternak sapi.

“Mulai dari breeding-nya. Khusus untuk kedelai, kami akan mulai membangun riset untuk mendapatkan bibit unggul yang produktivitasnya bisa mencapai 3-4 ton/ha karena yang ada sekarang hanya 0,5-1 ton/ha,” katanya. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)