Wujud Komitmen Intel untuk Pendidikan di Indonesia

Jumlah pekerjaan di bidang sains dan teknik diperkirakan akan bertumbuh dua kali lipat dari laju pertumbuhan jumlah pekerjaan secara keseluruhan sepanjang tahun 2006-2016. Adalah pekerja-pekerja yang mempunyai keahlian tinggi yang bisa mengisi pekerjaan-pekerjaan yang sarat akan hal teknis tersebut.

Melihat hal itu, perusahaan yang bergerak di dunia komputasi, Intel, tidak berpangku tangan. Perusahaan ini berupaya menyelenggarakan program-program pendidikan bagi generasi muda. Bahkan, selama satu dekade terakhir, Intel dengan Intel Foundation telah menggelontorkan lebih dari US$ 1 miliar dan para karyawan Intel pun telah meluangkan lebih dari tiga juta jam untuk bekerja secara sukarela membantu perbaikan pendidikan di 60 negara.

Selain itu, Intel juga mensponsori kegiatan Intel International Science&Engineering Fair (ISEF) setiap tahunnya. ISEF adalah program dari organisasi nirlaba Society for Science& The Public untuk mendorong inovator muda berbakat dan menantang kaum muda mempelajari matematika dan sains. Pada tahun 2008, Intel Foundation telah menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kompetisi ini dengan mengalokasikan US$ 120 juta selama 10 tahun.

“Intel telah mensponsori kompetisi teknik dan sains pra-universitas terbesar di dunia sejak 1997, karena kami percaya bahwa mendorong semangat generasi muda untuk mempelajari matematika dan sains sangatlah penting bagi kepentingan ekonomi global dan masa depan dunia,” terang Deva Rachman, Director of Public Affairs Intel Indonesia, di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (7/5/2013). Menurut dia, ISEF adalah cara Intel menghargai semangat para pelajar yang mengembangkan inovasi dan kreativitas.

Para siswa SMA yang terpilih mewakili Indonesia di ajang Intel International Science&Engineering Fair 2013.

Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menyebutkan, “Berawal dari ISEF, mereka (generasi muda) nantinya dapat memikirkan jalan keluar terhadap permasalahan dengan basis ilmu pengetahuan dan teknologi.” Selain itu, ajang ini dipandang baik karena anak-anak muda akan terbiasa saling berkolaborasi dalam forum ilmiah.

Keberadaan ISEF pun dipandang membantu langkah Indonesia dalam mencetak tenaga kerja terampil. Mengingat, pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan menjadi kekuatan nomor tujuh dunia dalam hal ekonomi, sehingga dibutuhkan tenaga kerja terampil  sebanyak 113 juta orang. “Forum Intel ISEF ini adalah bagian upaya menyiapkan tenaga terampil di Indonesia sehingga memang harus diberikan dukungan untuk itu,” imbuh Nuh.

Dan ISEF 2013 sebentar lagi akan bergulir. Ajang yang bakal diikuti oleh lebih dari 1.500 ilmuwan muda ini diadakan di Phoenix, Arizona, AS, pada tanggal 12-17 Mei mendatang, dengan hadiah lebih dari US$ 3 juta. Indonesia sendiri akan mengirimkan wakilnya. Mereka adalah lima orang siswa SMA. Perwakilan dari Indonesia ini telah diseleksi oleh Intel Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Scot Marciel, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, menilai bahwa ISEF adalah sebuah inisiatif yang baik. Ia pun mengatakan, “Upaya kerja sama di bidang pendidikan sains ini akan mempererat hubungan antarindividu dan merupakan salah satu kunci kemitraan yang komprehensif.” (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)