YABN Dukung Project Micro Hydro for Indonesia

Bertemu dengan Gamma Abdurrahman Thohir, 15 tahun, tidak ada yang beda dengan remaja seusianya. Tubuh agak kurus, wajah ceria. Tapi setelah menyimak paparan project-nya tentang Micro hydro for Indonesia, kita bisa tahu, dia memiliki visi ke depan, yang tidak dimiliki kebanyakan remaja saat ini, tentang pentingnya kesetaraan antara daerah perkotaan dengan pedesaan. Terutama dalam hal penyediaan energy.Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) yang mewujudkan visinya yang sangat maju itu.

Kedua dari kiri, Gamma Abdurahman Thohir, 15 tahun Kedua dari kiri, Gamma Abdurahman Thohir, 15 tahun

Inisiatif Micro hydro for Indonesia dari Gamma ini menggerakkan YABN untuk memberikan pendampingan demi keberhasilan proyek ini karena YABN meyakini, generasi muda adalah calon pemimpin masa depan. YABN sendiri dibentuk Adaro untuk melaksanakan program-program pengembangan masyarakat secara berkelanjutan dan salah satunya memfokuskan programnya pada pengembangan pendidikan terutama bagi generasi muda.

Menurut Okty Damayanti, Direktur YABN,  yayasan mendukung setiap project yang sejalan dengan program-program yayasan. Bukan karena ide project ini ditelurkan oleh putra dari Boy Garibaldi Thohir, Presdir PT Adaro Energy Tbk. “Saya lihat Gamma punya cita-cita tinggi, setelah bicara dengan dia dengan idenya micro hydro, saya terkejut, ide semacam ini biasanya datang dari mahasiswa, tapi ini bocah 15 tahun,” ujar Okty. Keberanian Gamma dijawab YABN untuk diwujudkan, meski awalnya ini merupakan project sekolahnya di Sekolah Global Jaya Bintaro Jaya. Gamma yang kini berada di kelas 10 itu ingin memproduksi energi yang lebih ramah lingkungan.

“Kesungguhan Gamma tinggi, project-nya serius yaitu micro hydro lalu mengambil lokasi pedalaman di masyarakat adat, kasepuhan. Itu tantangannya besar,” imbuhnya.

Pengagum Thomas Alva Edison ini tidak sekadar menyelesaikan project sebagai bagian dari tugas sekolah saja. Ia terjun serius didalamnya. “Saya terjun langsung, masuk dan mengenal dengan masyarakat adat dan ini project berkelanjutan, tidak berhenti di sini saja,” tutur Gamma. Micro hydro sangat cocok untuk daerah ini sebagai sumber energi yang ramah lingkungan yang relatif lebih mudah dibangun namun mampu menjaga kelestarian alam sekitarnya.

“Saya ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat Ciptagelar. Melalui proyek ini, saya berharap akan semakin banyak masyarakat di desa disana yang memiliki akses terhadap listrik. Sehingga keberadaan listrik akan ikut menumbuhkan usaha-usaha kecil yang bermanfaat bagi peningkatan ekonomi desa,” paparnya.

Keseriusan Gamma mewujudkan idenya terlihat bagaimana ia  rela mencari para ahli di bidang ini untuk menimba ilmu.  Institusi Bisnis Kerakyatan (IBEKA) menjadi pengalaman pertamanya dalam mempelajari pembangkit micro hydro. Kemudian di  CV. Cihanjuang Inti Teknik ia belajar teknis pembuatan pembangkit ini dan mengetahui bahwa micro hydro juga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Dipilihnya Kasepuhan Ciptagelar, sebuah kampung adat kasepuhan Banten Kidul, dusun Sukamulya, desa Sinar Resmi, kecamatan Cisolok tentu setelah ia melakukan riset daerah yang membutuhkan energy dengan konsep micro hydro. Meski belum pernah ke lokasi yang berada di kaki Gunung Halimun itu, Gamma meyakini project ini sangat cocok di sana. Gamma sendiri turun tangan untuk survey, berinteraksi, membaur serta membangun projectnya hingga terwujud. Remaja yang gemar membaca ini sangat mengingat pesan ayahnya, bahwa  dalam melakukan sesuatu harus tuntas, jangan setengah-setengah. Itulah sebabnya, meski membutuhkan waktu 9 jam menuju lokasi, melewati hutan, terpeleset berulangkali, dijalaninya dengan senang hati.

“Saya sempat meragukan project ini karena terlalu besar dan berat buat anak seusianya. Project ini sebenarnya sejak kelas 9, yang merupakan program sekolah yaitu personal project. Setelah membaca email lengkap project itu kami dukung penuh,” ujar Poppy Novita, Kepala Sekolah Global Jaya.

Gamma menargetkan pembangkit micro hydro berkapasitas sekitar 30 – 40 KW akan beroperasi pada bulan Juli 2016. Ia membuka banyak pihak, terutama remaja seusianya untuk mendukung terwujudnya idenya ini agar tersebar luas ke daerah-daerah lain yang membutuhkan energy ramah lingkungan ini. Dukungan untuk project  #microhydroID dapat diberikan melalui akun media sosial twitter: @microhydro_id, facebook fanpage: micro hydro for Indonesia. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)