YSI Habiskan Dana Operasional Rp100 Juta Tiap Bulan

Tjondrowati Subiyanto, Ketua umum Yayasan Sayap Ibu (YSI), Tjondrowati Subiyanto, Ketua umum Yayasan Sayap Ibu (YSI),

Dengan dibantu 60 karyawan, setiap bulan Yayasan Sayap Ibu (YSI) menghabiskan dana sebesar Rp 100 juta. Adapun jumlah pengeluaran paling banyak menurut Ketua umum YSI, Tjondrowati Subiyanto adalah untuk urusan kesehatan dan makanan anak-anak asuh di YSI.

Untuk pendanaan sendiri, yayasan yang didirikan oleh Ny Hj. Sulistina Sutomo, istri dari Bung Tomo yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia ini, bersumber dari donasi masyarakat, Dinas Sosial DKI Jakarta sebesar 5%, dan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

"Kami baru dapat anggaran dari Kemensos untuk operasional sebesar Rp 25 juta dan setiap 2x dalam setahun yayasan Darmais juga mensupport kami," jelas Tjondrowati saat di temui SWA Online di Jakarta beberapa hari yang lalu .

Sejak didirikan 60 tahun silam, YSI terus berkiprah pada perawatan dan pengasuhan anak-anak terlantar di Indonesia. Dengan berbagai latar belakang masalahnya, anak-anak terlantar yang biasa diterima dari Rumah Sakit, Panti Asuhan hingga anak yang sengaja ditelantarkan oleh orang tuanya di jalanan.

Jumlah anak-anak yang terlantar atau yang sengaja ditelantarkan di Indonesia mencapai ratusan bahkan ribuan anak. Dan sejak 5 tahun yang terakhir saja, Yayasan Sayap Ibu yang didirikan pada tanggal 30 September 1955 itu mencapai 150-200 anak.

"Anak-anak yang kami asuh mulai dari usia balita hingga remaja atau usia 18 tahun dengan jumlah anak sekitar 25 anak yang tersebar di Cabang Jakarta 29 anak dan di Cirendeu untuk usia 7-10 tahun sebanyak 6 orang," jelas Tjondrowati

YSI juga membuka pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi anak-anak yang kurang mampu di Barito Jakarta Selatan dan Menteng Wadas. Selain kegiatan pendidikan, YSI juga mengadakan bantuan kemasyarakatan serta bersinergi dengan beebagai lembaga pendidikan/sosial lainnya, di antaranya adalah: Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) dan untuk bidang kesehatan dengan Sasana Husada.

Bagaimanapun kondisi anak, mereka adakah aset masa depan bangsa yang harus dijaga. Untuk itu di akhir sesi obrolan dengan SWA Online, Tjondrowati berpesan agar orang tua bertanggung jawab pada anak, memberikan kasih sayang yang optimal dan hubungan antara ayah dan ibu atau orang tua jangan sampai renggang.

"Karena anak adalah amanah, maka harus kita jaga dengan sebaik-baiknya," pungkas Tjondrowati. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)