Yayasan Wings Serius Tangani Penderita Kraniofacial

Kelainan pada tulang wajah dan jaringan lunak di daerah kepala yang merupakan cacat bawaan lahir yang disebut dengan kraniofacial, kerap terjadi pada keluarga kurang mampu.

Biaya untuk operasinya sangat mahal, membuat para penderitanya membiarkan cacat bawaan ini, sehingga kerap menimbulkan penyandangnya terganggu karena benjolannya makin membesar dan membuat minder. Memahami hal ini, Yayasan Wings Peduli Kasih bersama Yayasan Citra Baru Surabaya, Rumah Sakit Premiere Surabaya dan tim dokter RSUD Dr. Soetomo bergendengan tangan membantu para penderita cacat bawaan ini.

Langkah ini sebenarnya sudah berjalan selama 9 tahun, setidaknya sudah 200 anak penderita kraniofacial dibantu operasinya dari gerakan ini. Setiap tahun nota kesepakatan kerja sama sosial ini diperbaharui dan ditandatangani. Berlokasi di Rumah Sakit Premier Surabaya diadakan penandatanganan atau MoU antara Yayasan Wings Peduli, Yayasan Citra Baru Surabaya dan Rumah Sakit Premier Surabaya (07/12/2017) untuk upaya operasi 20 pasien baru kraniofacial untuk tahun 2018.

Prof. Dr. dr. David Perdanakusuma SpBP-RE (K) Ketua Yayasan Citra Baru Surabaya,  menerangkan, yayasan ini memang sejak 26 tahun lalu didirikan sangan konsern pada pasien penderita kelainan ini. “Waktu itu Ibu Pop Mulhadi yang sekarang ketua harian yayasan ini merintis di Surabaya, awalnya yayasan ini di Jakarta. Kami terus mencari partner yang bisa membantu kami operasi para pasien yang kebanyakan tidak mampu untuk mencari dana dan dokter yang mau membedah mereka. Dibutuhkan dokter bedah plastik dan syaraf untuk ini. Dari sekian partner, Yayasan Wings Peduli Kasih lah yang lama bersama kami, didukung Rumah Sakit Premier. Selama ini para mitra hanya bertahan satu-dua tahun,” kenangnya. Ia menyebut sejak 1991 Yayasan Citra Baru berdiri hingga kini ada 3500 pasien kranofacial yang sudah dioperasi.

“Bibir sumbing termasuk kelainan kraniofacial, karena penyandang ini banyak sekali, makanya kini ditangani yayasan terpisah. Jadi penyandang kraniofacial di bawah Yayasan Citra Baru lebih menangani cacat di wajah dan kepala,” kata dokter David.

Weni, Direktur Rumah Sakit Premier Surabaya, mengungkapkan, pihaknya justru bersyukur ada partner Yayasan Citra Baru dan Yayasan Wings Peduli yang membuat tanggung jawab sosial mereka bisa berjalan dengan baik. “Kami menyediakan kamar rawat inap dan kamar operasi, sedangkan dokte spesialisnya didukung dari RSU Dr. Soetomo,” terangnya. Ia menegaskan bahwa tahun-tahun depan Rumah Sakit Premier Surabaya akan terus mendukung langkah sosial ini.

Kuncoro dari Yayasan Wings Peduli Kasih mengatakan yayasan ini memutuskan untuk konsern pada isu kraniofacial kaerna secara medis penyandang cacat bawaan ini terutama yang masih di usia sekolah dan balita terganggu pendidikannya. Lebih jauh Luciana Tanoyo Direktur Yayasan Wings Peduli Kasih menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berhenti pada pengobatan, tapi juga mendukung pendidikan para pasien ini, terutama yang masih dalam usia sekolah dengan memberikan beasiswa pendidikan.

“Hal ini sejalan dengan amanah yang disampaikan pendiri Wings Group bahwa dalam langkah sosial kami fokus pada dua bidang yaitu pendidikan dan kesehatan,” imbuh Lilik Sianto Group Head of Marketing Communications. Ia berharap dengan diketahuinya upaya yayasan ini melalui berita di media-media, makin banyak penderita kraniofacial bisa dibantu operasinya terutama yang masih dalam usia balita dan sekolah sehingga bisa meraih masa depan lebih baik.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)