YDBA Berangkatkan 21 UKM Angkatan Kelima Program Training IDCM

idcm

Meski bisnis Grup Astra dalam kondisi melambat, langkah Corporate Social Responsibility (CSR) Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk membina banyak UKM (Usaha Kecil Menengah) lokal  tidak surut. Salah satunya upaya pengembangan skill manajemen UKM binaannya, bahkan hingga ke Jepang. Senin (5/12), berlokasi di kantor YDBA di Sunter, sebanyak 21 UKM diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti training The Progrom on CorporateMonogement for lndoneslo (IDCM) di Kansai Kenshu Center, Osaka, Jepang.

Ini merupakan angkatan kelima IDCM, kerja sama YDBA, HIDA (The Overseas Human Resources and Industry Development Association) Jepang dan Himpunan Alumni AOTS - HIDA lndonesia (HAAI). HIDA adalah organisasi internasional di bawah Ministry of Economy, Trade and lndustry (METI) Jepang, bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia di negara-negara berkembang untuk mempromosikan kerjasama teknis melalui pelatihan, pengiriman pakar dan program lainnya.

Angkatan pertama training program pengembangan manajemen ini pada 2013. “Jumlahnya memang agak menurun tahun ini, karena kondisi sebagian besar UKM binaan kami juga sedang menjaga kelangsungan bisnis. Tapi kami bersyukur masih lumayan UKM yang merasa penting meningkatkan knowledge ditengah kondisi sulit ini,” ujar Henry C. Wijaya, Ketua Pengurus YDBA. Kalau dilihat catatan angkatan pertama 24 UKM yang berangkat, angkatan kedua dan ketiga pada 2014 terbanyak 48 UKM, angkatan keempat yang berangkat tahun lalu ada 22 UKM. Total YDBA dan HIDA telah membawa 115 UKM untuk mengikuti training IDCM ini.

“Peminatnya memang menurun, tahun lalu ada 30 peminat, tapi kami harus menyeleksi kembali sesuai standar HIDA, sehingga hanya 22 UKM yang bisa berangkat. Tahun ini, 21 UKM yang mendaftar, semuanya berangkat,” ungkapnya. Seluruh UKM Mitra YDBA ini telah mengikuti seleksi administrasi dengan melengkapi Pre Training Report yang terdiri dari struktur organisasi dan company profile. Bidang usaha dari UKM juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian yang dilakukan oleh HIDA.

Sebanyak 21 UKM tersebut bergerak di bidang manufaktur, bengkel dan kerajinan. Sebagian besar biaya ditanggung HIDA, peserta hanya dikenakan biaya investasi sebesar Rp 27 juta per peserta untuk 2 minggu pelatihan, sudah termasuk penginapan dan akomodasi. Tahun ini, training akan dilaksanakan pada tanggal 7 - 20 Desember 201,5.

“Target YDBA membina UKM, menurut saya, adalah membuat mereka sehat dan awet. Awet di sini maksudnya sustain, maka itu kami terus memberikan training dan pelatihan bagi mereka. Mencarikan peluang lain ketika mereka menghadapi kesulitan,” jelas Henry. Mengikuti training ini, selain menambah ilmu, UKM juga bisa terus tumbuh maju dan menjaga kelangsungan bisnisnya hingga jangka panjang, karena training membantu mereka memperbaiki sistem dan manajemen dengan mencontoh langsung dari perusahaan jepang yang mereka kunjungi.

Hayato Tanaka, GM HIDA Jakarta Office, mengatakan, "Kalian para peserta beruntung dengan mengikuti training saat ini karena bisa merasakan juga musim terdingin di Jepang saat ini,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia mengatakan, konten program yang akan diberikan dalam training berupa: corporate management, financial management, human resources management dan marketing management. HIDA Jepang telah menyiapkan program training yang UKM butuhkan.

“Saya percaya konten pelatihan ini sangat bisa mendorong perusahaan Anda lebih maju dan membantu negara ini lebih maju. Kami tidak bisa memberikan oleh-oleh barang bagus untuk negara ini tapi yang bermanfaat untuk negara dan perusahaan Anda,” tutur Tanaka. Pelepasan 21 UKM yang akan berangkat ke Jepang itu juga dihadiri oleh Ketua Pengurus HAAI FX Sri Martono.

Salah satu alumni training ini tahun lalu, Kelana Indra Jaya, mengaku sangat beruntung terpilih dalam seleksi mengikuti IDCM ke Jepang. Pelatihan tersebut, menurutnya, sangat bermanfaat untuk bisnisnya yang bergerak di bidang jasa keungan. “Perusahaan saya juga membina UKM, pelatihan kemarin terutama dibidang finansial manajemen sangat bermanfaat untuk saya share ke UKM-UKM,” ujarnya. Selain ilmu manajemen, yang sangat terkesan baginya budaya disiplin di sana, yang sekembalinya ke Indonesia langsung dipraktikan di dalam perusahaannya. “Selain belajar di kelas kami juga diajak melihat UKM-UKM di sana, mengunjungi semacam ‘Kadin-nya Jepang’ dan tentu saja ke pabrik Toyota,” ujarnya mengenang.

Menurut Kelana, UKM di sana sangat memperhatikan kualitas barang yang mereka hasilkan, konsistensi kualitasnya. Menariknya, ukuran UKM di sana adalah perusahaan dengan jumlah karyawan di bawah 300 orang walau secara kapital lebih besar dari UKM Indonesia. “Cara kerjanya hebat, satu orang bisa pegang sampai 5 mesin,” tuturnya. Vincent, peserta IDCM tahun ini mengungkapkan rasa syukurnya bisa mendapat kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan untuk menjadi UKM yang lebih besar lagi. “Ini sebenarnya pelatihan yang kesekian kalinya dari YDBA, tapi bedanya kita belajar langsung ke Jepang,” ujarnya.

YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada UKM yang meliputi UKM subkontraktor terkait value chain bisnis Astra, manufaktur tidak terkait bisnis Astra, bengkel mitra Honda, Astra Honda Authorized Service Station, bengkel umum roda empat, bengkel umum roda dua, pengrajin dan petani. YDBA memfasilitasi UKM yang tersebar di lndonesia, baik yang masuk dalam value chain bisnis Astra maupun yang tidak. Dalam menjalankan program pembinaan UKM, YDBA tetap berfokus pada corporate values, yaitu Compassionate, Adaptive, Responsible dan Excellent. YDBA juga memberika pelatihan dan pendampingan kepada UKM sesuai dengan kebutuhannya, yaitu untuk mencapai kemandirian.

Untuk melakukan pembinaan di berbagai daerah, YDBA bersinergi dengan Grup Astra dan non Grup Astra telah mendirikan 16 LPB (Lembaga Pengembangan Bisnis) dengan jumlah LPB yang masih aktif saat ini sebanyak 12 LPB yang berlokasi di Mataram, Sidoarjo, Palembang, Tapin Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Tegal, Paser Kalimantan Timur, Pontianak, Muara Enim, Sangatta, Bontang Kalimantan Timur dan Semarang. Selain itu, YDBA juga mengembangkan sektor unggulan dalam rangka mengembangkan komunitas UKM yang menonjol secara ekonomi dengan harapan komunitas tersebut dapat melakukan usaha dengan berkelanjutan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)