YDBA - Dinas Perindustrian Tegal Majukan IKM Logam

Henry C. Widjaja Ketua Pengurus YDBA menyampaikan pentingnya kolaborasi pihak untuk kemajuan IKM di Indonesia

Pengembangan industri kecil agar bisa naik kelas dan sustain butuh kolaborasi banyak pihak. Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) sebagai bagian dari Grup Astra yang fokus menjalankan program-program tanggung jawab sosial terkait pembinaan UKM da IKM sudah sejak lama berperan dalam pengembangan IKM (Industri Kecil Menengah) Logam di Kabupaten Tegal Jawa Tengah.

Henry C. Widjaja, Ketua Pengurus YDBA, mengungkapkan,sudah sejak lama terjalin kolaborasi yang baik antara YDBA dengan Dinas Perindustrian Tegal dalam mengembangkan LPB Tegal, hingga YDBA menginisiasi Program Sektor Unggulan yang mengajak perusahaan-perusahaan besar untuk menjadi Ayah Angkat bagi IKM Logam di Tegal.

Hal ini disampaikan Henry acara Kick Off Material Center dan Revitalisasi Sentra di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru, Tegal, Jawa Tengah pada 5 Agustus lalu. Melalui berita pers yang diterima hari ini (09/08/2019) disampaikan Henry, kiprah YDBA di Tegal dimulai sejak tahun 1996, dimana YDBA berkolaborasi bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal mendirikan Unit Informasi Usaha Kecil dan Koperasi (UIUKK).

Lalu, tahun 2013 diremajakan kembali oleh YDBA bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal menjadi Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Tegal yang berperan dalam mengembangkan IKM Tegal menuju IKM mandiri, melalui pelatihan, pendampingan, fasilitasi pasar dan fasilitasi pembiayaan.

“Pada waktu itu, IKM Tegal fokus sebagai pemasok komponen alat berat untuk grup PT United Tractor Tbk. Turning point terjadi pada 2016 saat jatuhnya harga batu bara. Hampir 1 tahun IKM Tegal tidak mendapatkan order,” kata Henry dalam sambutannya.

Mulai tahun ini, lanjutnya, YDBA menginisiasi program sektor unggulan, yang selanjutnya disebut SEKUNG, untuk IKM Tegal dengan mengajak PT Astra Honda Motor (PT AHM) yang menggerakan 1st tier supplier-nya sebagai Ayah Angkat. Komitmen tersebut diresmikan pada 2017, para Ayah Angkat itu adalah PT Berdikari Metal Engineering dan PT Dharma Polimetal.

Program sekung YDBA adalah program pembinaan yang terintegrasi, terjadwal & terukur yang terdiri dari 6 tahapan. Setelah tahap 1 mensurvey calon sekung dan tahap 2 mencari Ayah Angkat, pada tahap 3 pembinaan IKM pilot, kami melibatkan 4 IKM Tegal, yaitu PT FNF, PT Mirafix, PT Gaya Teknik Logam dan UD Berkah yang sejak Mei 2017 telah berhasil men-supply produknya ke PT Berdikari Metal Engineering di Bandung dan dilanjutkan oleh PT Gaya Teknik Logam dan PT FNF ke PT Dharma Polimetal. Pencapaian IKM tersebut tentu menularkan semangat bagi IKM lainnya di Tegal.

Di tahap 4, yaitu penambahan IKM, tergabung 21 IKM lagi, sehingga total anggota sekung logam di Tegal menjadi 25 IKM. Hal yang menarik pada tahap 4 ini adalah terwujudnya semangat berbagi, IKM pilot menjadi trainer bagi IKM lain dalam penerapan 5R.

Pada tahun 2019, PT Gaya Teknik Logam dan PT Karya Manunggal Manufaktur berhasil supply produk ke PT Mada Wikri Tunggal, sedangkan PT FNF, PT Gaya Teknik Logam, PT Sadiyah Cahaya Logam, PT Karya Manunggal Manufaktur, PT Bimuda Karya Teknik dan PT Tiga Bersaudara Manufaktur supply ke PT Nandya Karya Perkasa.

Henry bersyukur dengan diluncurkannya Material Center sebagai unit usaha Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia (TMI) yang dibentuk secara mandiri oleh anggota sekung sebagai bagian dari tahap ke-5, yaitu pembentukan koperasi. Material Center yang didukung Kementerian Perindustrian dan Perusahaan Grup Astra untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi yang kompetitif ini tentu akan mendukung IKM Tegal untuk lebih berkembang lagi. Ia berharap, dengan pembangunan Material Center ini akan membantu IKM Tegal dalam memenuhi kebutuhan bahan baku produksi yang kompetitif.

“Acara ini merupakan puncak program sekung 1.0, yaitu selesainya ke 6 tahapan program sekung. Pencapaian ini memberi kami kepercayaan diri untuk melanjutkan program sekung 2.0 lepas landas & 3.0 go global,” ungkapnya. Hingga kini YDBA telah menjalankan 16 sekung. Ia berharap kolaborasi dari Dinas, Kementerian, Perusahaan & networking Grup Astra dan IKM dapat terus tumbuh di berbagai daerah di Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)