YDBA Fasilitasi 5 Perusahaan Keluarga Training Manajemen ke Jepang

F.X. Sri Martono, Ketua Pengurus YDBA bersama para pemilik UMKM yang akan berangkat pelatihan manajemen bisnis keluarga ke Jepang di Galeri YDBA F.X. Sri Martono, Ketua Pengurus YDBA bersama para pemilik UMKM yang akan berangkat pelatihan manajemen bisnis keluarga ke Jepang di Galeri YDBA

Perusahaan keluarga biasanya rapuh ketika turun ke generasi kedua atau ketiga. Boston Consulting Group pernah mengulas hanya 30 persen perusahaan keluarga berhasil melewati regenerasi ke generasi kedua. Sangat mengkhawatirkan, karena sekitar 70 persen yang gagal. Bahkan keberhasilan bertahan dari generasi kedua ke generasi ketiga melorot tajam hingga 7 persen. Padahal mayoritas perusahaan di Indonesia adalah perusahaan keluarga.

Inilah yang dipahami Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang membina ribuan usaha mikro, kecil dan menengrah (UMKM). Maka itu pada 29 Februari hingga 4 Maret 2016 ada lima UMKM binaan YDBA yang diberangkatkan ke Jepang untuk belajar bagaimana mengelola bisnis keluarga agar bertahan dan tumbuh ke generasi-generasi selanjutnya. Karena yang diberangkatkan perusahaan keluarga, YDBA mewajibkan peserta yang ikut sepasang tiap satu perusahaan.

“Bisa suami bersama istrinya, ayah dengan anak, ibu dengan anaknya. Antusiasmenya tinggi, meski ini bayar sendiri, per orang Rp 20 juta,” ujar Henri C. Widjaja, Sekretaris Pengurus YDBA. Jadi yang akan berangkat nanti (mestinya) 10 orang, tapi karena satu keluarga ada yang mendadak tidak bisa pergi, akhirnya hanya 9 orang yang diberangkatkan.

Henri menambahkan,  kelima UMKM akan mengikuti “Seminar on Family Business Management for ASEAN” ini, akan bergabung dengan peserta dari negara ASEAN lain di sana. Perjalanan ini difasilitasi YDBA bersama The Overseas Human Resources and Industry Development Association (HIDA), sebuah organisasi di bawah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Jepang (METI) dan Himpunan Alumni AOTS-HIDA Indonesia. Kelima UMKM asal Indonesia itu adalah PT Mada Wikri Tunggal, PT Multikarya Sinar Dinamika, PT Solusi Rekatama Makmur, PT Nandya Karya Perkasa dan PT Citramas Alfa Sejahtera.

“Di sana mereka kan bertemu dengan dua perusahaan keluarga di Jepang, yang bisa sharing bagaimana menajemen dan pengembangan bisnis mereka hingga ke generasi berikutnya,” tutur F.X. Sri Martono, Ketua Pengurus YDBA. Mereka juga disana diberi kesempatan memahami karakteristik model manajemen bisnis keluarga serta bagaimana suksesi bisnis. Di sana, peserta akan diberi arahan pada suksesi bisnis, pengorganisasian serta transformasi bisnis.

Henri menambahkan hal krusial dalam bisnis keluarga adalah suksesi. Ada banyak perusahaan keluarga yang mandeg karena gagal di suksesi. “Kami selama ini banyak bicara dengan mitra YDBA, ada kasus anak tidak mau melanjutkan bisnis yang dibangun orang tuannya. Harapan kami, setelah ikut ini, suksesi, bisa dilewati krisisnya,” tutup Henri. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)