YDBA Jadikan GIIAS 2018 Buka Akses Pasar UKM Binaan

 

Salah satu tantangan membangun Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah akses pasar. Memahami ini, peran aktif Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) sebagai salah satu bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra International Tbk yang membina 411 UKM manufaktur di Indonesia sangat dibutuhkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengikuti ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang diadakan tiap tahun.

YDBA telah membina UKM-nya melalui berbagai program pembinaan, salah satunya fasilitasi pemasaran, yang telah diselenggarakan sejak tahun 1986, menjadi salah satu sarana bagi UKM Mitra YDBA untuk memamerkan produk-produk terbaiknya. Selain itu, GIIAS menjadi sarana bagi YDBA untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan Sektor Unggulan yang menjadi fokus pembinaan YDBA saat ini.

Di GIIAS 2018 ini, YDBA kembali berpartisipasi pada ajang pameran otomotif terbesar yang diselenggarakan pada 2-12 Agustus 2018. YDBA mengangkat tema “Kontribusi UKM dalam Industri Otomotif Nasional” yang ditampilkan dalam dua area booth, yakni Booth Pohon Industri di Prefunction Hall 3A dan Booth Pameran UKM di Hall 2 No. 2-O. Booth Pohon Industri berisi tentang komponen-komponen otomotif UKM Mitra YDBA, serta materi-materi mengenai Sektor Unggulan yang saat ini sedang dikembangkan oleh YDBA. Selain itu, dalam Booth Pohon Industri juga menampilkan alat angkut perkebunan Wintor dari anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, yang mana sebagian komponennya juga diproduksi oleh UKM Mitra YDBA.

Sedangkan pada booth pameran UKM, ditampilkan produk-produk dari 8 UKM Manufaktur, 1 UKM Bengkel, dan 3 UKM Kerajinan Mitra YDBA, antara lain PT Sinar Agung Selalu Sukses, PT Cipta Perdana Lancar, PT Puas Jaya Perkasa, PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri, PT Eran Teknikatama, PT Bakom Metal Industri, Sektor Unggulan Logam Waru dan Tegal, PT Nawilis Waskita Lestari, Heejou, Mintea Handmade, dan Trois Art.

Disampaikan Ketua Pengurus YDBA, Henry C. Widjaja, sebagai salah satu pondasi ekonomi Indonesia menjadi perhatian Grup Astra agar bisa tumbuh dan berkembang bersama grup ini. “Bukan saja pendampingan, kami pun mencarikan pasar, karena ini yang selalu menjadi tantangan para UKM. Mengajak mereka ikut ajang pameran besar seperti GIIAS salah satu upaya itu,” ujarnya di area booth 2-O Hall 2 GIIAS 2018 (03/08/2018).

Henry melanjutkan dalam mendampingi UKM binaan, YDBA kini membangun strategi dengan meciptakan kriteria UKM Mandiri melalui program sektor unggulan. Program ini dikembangkan melalui komunitas-komunitas UKM yang menonjol secara ekonomi. Diharapkan komunitas tesebut dalam melakukan usaha dengan berkelanjutan.

Hingga Juni 2018, YDBA telah mengelola 14 sektor unggulan, antara lain padi organik di Bontang Kalimantan Timur, perikanan di Sangat Kalimantan Timur, hortikultura di Tapin Kalimantan Selatan, kuliner di Mataram Nusa Tenggara Barat, bengkel di Sidoarjo Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jakarta, industri metal di Sidoarjo Jawa Timur, Klaten Jawa Tengah, dan Tegal Jawa Tengah, pupuk organik di Semarang Jawa Tengah, industri aluminium di Yogyakarta, jamur tiram di Muara Enim Sumatera Selatan, serta kain tenun di Palembang Sumatera Selatan.

Dijelaskan Henry, ekosistem pembinaan YDBA merupakan gambaran menyeluruh proses pembinaan UKM dan kaitannya dengan seluruh stakeholder. Ekosistem tersebut melibatkan 3 komponen penting, yaitu YDBA, UKM Mitra YDBA, dan Grup Astra. YDBA dan UKM mitranya saling bersinergi dalam mengembangkan UKM ke tahap Mandiri. YDBA juga mengajak kerjas ama dengan Grup Astra melalui Program Ayah Angkat bagi UKM-UKM Sektor Unggulan, agar proses menaikkan kelas UKM dapat dijalankan dengan lebih efektif.

“Pada akhirnya, Grup Astra dan UKM Mitra YDBA bisa saling mendapat mutual benefit, yaitu menjadi supplier, customer, dan brand ambassador. Melalui kehadiran YDBA di GIIAS tahun ini, semoga kontribusi UKM Mitra YDBA dalam Industri Otomotif Nasional bisa semakin dikenal oleh khalayak luas dan terus mengembangkan bisnisnya dalam mencapai keberhasilan. Membuka akses pasar yang lebih luas, bukan hanya untuk pasar Grup Astra  sejalan dengan misi Astra, yaitu Sejahtera Bersama Bangsa,” imbuhnya.

Menurut Henry, dengan program sektor unggulan ini UKM binaan YDBA berkembang dengan sangat fokus. Misalnya komunitas UKM industri metal di Waru Sidoarjo, mereka fokus membuat aksesoris motor. “Dengan program sektor unggulan, mereka bisa masuk dalam rantai pasok Astra Honda Motor (AHM) melalui pemasok AHM di tier satu. Awalnya bisa memasok 200 ribu pieces, kini sudah 600 ribu pieces per bulan. Dulu sebelum dengan YDBA mereka menjual hasil produknya ke pengepul dengan kiloan,” ungkapnya bangga.

Lalu di Tegal, komunitas industri logam, dulu dikenal pembuat komponen alat berat. “Sayang ketika harga batu bara jatuh, ordernya ke mereka turut jatuh. Kami mencarikan pasar baru,  AHM salah satunya untuk berbagi order ke mereka melalui salah satu vendornya. Ada dua yang berhasil masuk rantai pasok AHM,” tuturnya.

Bukan hanya UKM dalam rantai pasok Grup Astra yang dibina YBA, di Bontang dibina komunitas pertanian, bersama YDBA petani padi di sana beralih dari petani tradisional ke padi organik. “Dengan sektor unggulan ini, kami mencari pioneer siapa yang mau berubah, lakukan pelatihan, melihat ada yang maju, yang lain biasanya ikut. Setelah diajak masuk dalam komunitas, kami membuat paguyuban lalu dibentuk koperasi. Koperasi  ini bukan simpan pinjam, tapi sharing ekonomi. Dengan berkoperasi  para UKM bisa mendapat bahan material lebih mudah dan efisien, karena order lebih besar,” paparnya.

Ida Rotua M. Sigalingging Sekretaris Pengurus YDBA menambahkan dampak paling besar pada UKM dari upaya yang dilakukan YBDA melalui program Sektor Unggulan ini, perekonomian mereka meningkat sehingga bisa memggairahkan ekonomi setempat, desa menjadi lebih sejahtera. “Kalau ini bisa direplikasi ke daerah lain, menjadi multiplier effect besar dirasakan masyarakat Indonesia lebih luas lagi,” tuturnya.

UKM Manufaktur Mitra Binaan YDBA saat ini terdiri dari 308 UKM Manufaktur terkait dengan industri otomotif dan 103 UKM Manufaktur yang terkait dengan industri otomotif. Dari 308 yang terkait, 211 UKM menjadi supplier komponen dan 97 menjadi supplier equipment, yaitu dies, jig, tools, fixture dan after market. UKM Manufaktur Mitra YDBA menyerap tenaga kerja sekitar 30.100 orang. Di hulu industri otomotif, YDBA membina UKM manufaktur, sedangkan di hilir, secara akumulasi YDBA telah membina 4.123 UKM Bengkel Roda Empat dan 757 UKM Bengkel Roda Dua.

www.swa.co.id

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)