Yuswohady: UKM Harus Manfaatkan Perkembangan Digital

Usaha Kecil Menengah (UKM)  memiliki peran penting dalam laju ekonomi di Indonesia. UKM sangat membantu negara dalam hal penciptaan lapangan kerja baru melalui terciptanya unit kerja baru yang menggunakan tenaga-tenaga baru yang dapat mendukung pendapatan rumah tangga.

Selain itu, UKM juga memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas lebih besar. Oleh karena itu UKM perlu perhatian yang khusus dan didukung oleh informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku UKM dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar.

Yuswohady, Pakar Pemasaran (Foto: Yosa M/SWA)

Dalam hal ini, BizGuide BCA bekerja sama dengan Smart FM dan Komunitas Memberi ingin berkontribusi dalam hal tersebut dengan mengadakan acara “Entrepreneurs Talk: UKM Outlook 2017” di Jakarta, Sabtu (4/2), yang dihadiri oleh para praktisi dan tokoh UKM Indonesia. Acara ini membahas bagaimana pelaku UKM bisa cerdas menyiasati tahun 2017.

Para tokoh UKM yang hadir sepakat bahwa tahun 2017 merupakan tahun ‘curi start’ bagi UKM. Di tengah ekonomi Indonesia yang mulai lepas landas, pelaku bisnis UKM harus memiliki kecepatan, inovatif, dan agresif dalam mencetak profit.

Salah satu pembicara yakni pakar pemasaran Yuswohady berpendapat bahwa UKM perlu semakin dikuatkan salah satunya dengan engagement atau pemberdayaan seperti di acara ini. “Memang kan sekarang semua bank targetnya UKM, salah satunya melalui bantuan yang bukan dalam bentuk uang tetapi dalan bentuk knowledge seperti acara ini, sebuah pemberdayaan. Intinya movement supaya UKM ini berdaya,” ujarnya.

Yuswohady juga menegaskan bahwa era digital sekarang ini bukan untuk dihindari dan merupakan keniscayaan, para UKM harus memaksimalkan perkembangan digital. Walapun sekarang ini pemanfaatan digital masih dominan di bagian pemasaran namun ke depanya perlu di semua bagian jika UKM ingin terus bertahan.

“Era e-commerce tidak bisa dihindari, dan memang jangan dihindari. Kalau kita bisnis tidak digital akan sulit bertahan, UKM harus menghidupkan digitalnya. Sedang tahap bergeser ke situ, supply chain juga ada di situ. Pemanfaatan digital sekarang kebanyakan masih berkutat di marketing seperti penggunaan media sosial,  dan SEO," jelasnya.

Lama-kelamaan semuanya akan terpengaruh, ketika marketing di digital berhasil dan mendapat order banyak maka bagian yang lain juga harus mengejar, masa nanti pesenan banyak tapi penyediaannya lambat. Pelan-pelan nanti back office-nya juga akan digital. Jadi minimal di tahun ini digitalisasi di bagian marketing-nya, nanti perlahan berkembang ke bagian lain.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)